Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Temanggung

6 Kilometer Jalan Provinsi Penghubung Temanggung-Kendal Rusak Parah, Korban Berjatuhan

Jalan provinsi sepanjang 6 kilometer penghubung Temanggung-Kendal di Kecamatan Ngadirejo rusak parah.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Pengendara melintas di jalan provinsi Kecamatan Ngadirejo Temanggung yang rusak, Rabu (3/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Jalan provinsi sepanjang 6 kilometer penghubung Temanggung-Kendal di Kecamatan Ngadirejo rusak parah. Kondisi aspal jalan banyak yang berlubang dengan kedalaman 5 cm - 15 cm yang menyebabkan banyak korban kecelakaan berjatuhan.

Jalan rusak terparah membentang dari Desa Traji hingga Muntung Kecamatan Ngadirejo.

Wahidi, penggunana jalan, terjatuh saat roda sepeda motornya bagian depan masuk ke lubang jalan. Ia pun tersungkur ke jalanan dan mengalami luka lecet-lecet di bagian tangan dan kaki. Beruntung tak ada luka yang serius yang dialami Wahidi.

"Sudah hati-hati karena banyak lubang. Tetapi tadi ada sepeda motor belok enggak ngriting (menyalakan lampu sein) pas belok. Saya menghindarinya malah masuk lubang dan jatuh," terangnya di lokasi, Rabu (3/2/2021).

Seketika warga membantu Wahidi dengan mengangkatnya ke tepi jalan agar tidak menyebabkan kemacetan.

Diketahui dari beberapa penuturan warga, rusaknya jalan penghubung dua kabupaten itu sudah terjadi kurang lebih 5 tahun terakhir.

Kondisi aspal yang sudah lama tidak kuat menahan derasnya hujan dengan intensitas tinggi hingga berlubang. Meski Dinas terkait sudah melakukan penambalan jalan, tak cukup mengatasi permasalahan dalam jangka panjang.

Bahkan, sebagian warga menyebut, sore ditambal dan diuguyur hujan malam hari, paginya berlubang kembali.

Rohmad, warga sekitar menuturkan, rusaknya jalan provinsi penghubung Wonosobo-Temanggung-Kendal hingga Jakarta melalui Sukorejo-Weleri hampir tiap hari memakan korban. Khususnya saat intensitas hujan tinggi di wilayah Temanggung.

Katanya, saat hujan deras, lubang jalan tertutup dengan air sehingga pengendara tidak mengetahui pasti adanya lubang. 

"Akhir-akhir ini sudah banyak korban jatuh. Hampir setiap hari ada," ujarnya.

Kata Rohmad, dengan kondisi jalan yang ada, pengendara kendaraan harus ekstra hati-hati saat melewati Kecamatan Ngadirejo menuju Sukorejo Kendal. 

Ia berharap dinas terkait baik dari Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi turun tangan untuk membenahi jalan yang rusak. Mengingat jalan tersebut menjadi jalan utama penghubung Temanggung-Kendal serta beberap daerah lainnya. 

"Ya ini banyak lubang. Kami berharap diganti yang baru, dicor atau diaspal ulang. Kalau cuma ditambal, 5-7 hari sudah hilang (tambalannya) saat hujan deras," tuturnya. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung, Hendra Sumaryana mengatakan, pihaknya akan berkordinasi dengan provinsi selaku pegampu kewenangan jalan tersebut. Termasuk mencarikan solusi agar jalan bisa diperbaiki sehingga masyarakat menjadi nyaman saat bermobilisasi dari satu daerah ke daerah lain. Khususnya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved