Breaking News:

Berita Temanggung

Pemkab Temanggung Edukasi Sopir dan Penumpang Angkutan Umum Tak Patuh Prokes

"Kalau masyarakat bandel, nanti bisa kita terapkan sanksi denda, rapid anti gen dan dilakukan swab langsung di tempat," ujarnya

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Tim gabungan TNI Polri bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung kembali merazia masyarakat yang tak patuh protokol kesehatan (prokes).

Kali ini, razia difokuskan pada tindakan edukasi menyasar para sopir dan penumpang angkutan umum yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Razia tim gabungan dimulai dari Terminal Madureso Kecamatan Temanggung, Kamis (4/2/2021) dipimpin Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo, Kapolres AKBP Benny Setyowadi, dan Dandim 0706/Temanggung Letkol Czi Kurniawan Hartanto.

Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo mengatakan, gerakan edukasi patuh protokol kesehatan dilakukan karena tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 mulai menurun. 

Karena itu, pihaknya bersama Satgas Covid-19 dan tim gabungan TNI Polri melakukan razia masker dan jaga jarak kepada sopir dan penumpang angkutan umum di wilayah Temanggung.

Dengan tujuan, untuk mengingatkan masyarakat kembali akan pentingnya pencegahan tehadap paparan Covid-19.

"Nanti, (melalui edukasi ini) kesadaran masyarakat akan tumbuh lagi," terangnya. 

Heri menegaskan, razia-razia masker yang sudah berlangsung hingga saat ini masih sebatas mengingatkan dengan memberikan hukuman sosial. Akan tetapi, katanya, bukan tidak mungkin Satgas Covid-19 akan bertindak tegas dengan memberikan sanksi denda, rapid anti gen, dan tes swab langsung di lokasi manakala tingkat kepatuhan masyarakat tidak membaik.

"Kalau masyarakat bandel, nanti bisa kita terapkan sanksi denda, rapid anti gen dan dilakukan swab langsung di tempat," ujarnya.

Selain mengingatkan sopir angkutan tentang kewajiban memakai masker, petugas juga mengingatkan sopir dan penumpang terkait pembatasan jumlah penumpang agar tetap jaga jarak.

Heri pun tak segan menegur sopir yang tidak memakai masker, meski sudah memilikinya. Beberapa penumpang angkot pun diperingatkan agar tidak mengulangi keselahannya lagi. 

Sopir dan penumpang diminta untuk mematuhi aturan agar tidak ditindak tegas oleh petugas.

Ruminto, sopir angkot mengatakan, ia mengaku telah mengetahui batasan membawa penumpang maksimal 50 persen saat PPKM diterapkan.

Hanya saja, katanya, aturan tersebut terkalahkan dengan kebutuhan yang mendesak untuk mengejar setoran dan pendapatan. Sehingga, seringkali diabaikan oleh para sopir angkutan. 

"Biasanya bawa penumpang 2 orang. Sudah tahu kalau ada aturan pembatasan penumpang. Ini mumpung ada rizki (bawa banyak). Kalah sama rizki, yang bikin mendesak kebutuhan, kalah sama kebutuhan," katanya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved