Breaking News:

UNS Surakarta

Kenalkan Bahasa Krama melalui Puzzle, Eryneta Mahasiswa UNS Solo Juara Tingkat Nasional

Saya menulis esai tentang suatu inovasi yaitu membuat aplikasi puzzle anggota badan dan disertai namanya dalam bahasa Jawa baik ngoko maupun krama

IST
Mahasiswi Pendidikan Bahasa Jawa UNS Eryneta Nurul Hasanah 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kabar gembira kembali datang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Pasalny, seorang mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jawa baru saja meraih juara harapan 2 dalam kompetisi esai tingkat nasional.

Ia adalah Eryneta Nurul Hasanah yang saat ini tengah duduk pada semester delapan.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.

Eryneta mengusung gagasan berupa permainan puzzle berbasis android untuk mengenalkan unggah-ungguh berbahasa Jawa serta penanaman nilai karakter pada anak-anak.

"Saya menulis esai tentang suatu inovasi yaitu membuat aplikasi puzzle anggota badan dan disertai namanya dalam bahasa Jawa baik ngoko maupun krama. Selain itu juga disertai contoh penerapan dalam kalimat dan terdapat paribasan Jawa tentang nasihat-nasihat. Sasaran dari permainan ini adalah anak-anak," jelasnya, Selasa (2/2/2021).

Mahasiswa semester akhir tersebut mengaku tidak menyangka ketika dirinya diumumkan mendapat predikat juara.

Pasalnya, kompetisi tersebut merupakan lomba individu pertama yang Ia ikuti selama tahun 2020.

"Perasaan saya deg-degan karena ini adalah lomba individu pertama yang saya ikuti selama tahun 2020 sekaligus menjadi lomba terakhir penutup tahun 2020. Pengumumannya kan lewat web pas tanggal 27 Desember 2020, jadi saya bolak-balik ngecek web dari siang sampai sore, akhirnya baru bisa diakses pas malam setelah Isya. Alhamdulilah ternyata bisa dapat juara harapan 2," imbuhnya.

Dalam menginisiasi gagasan tersebut, Eryneta terinspirasi dari permasalahan yang ada di lingkungan sekitar.

Ia mengungkapkan bahwa anak-anak zaman sekarang kurang memahami bahasa krama dari anggota badan sehinga sering mengucapkan menggunakan bahasa Indonesia.

"Konteksnya di sini dalam percakapan sehari-hari di lingkungan yang berbahasa Jawa, jadi kalau penyebutan anggota badan ini tidak dibiasakan maka lama kelamaan anak-anak akan kehilangan bahasa ibunya. Tugas kita sebagai generasi milenial yang melek teknologi yaitu harus inovatif dalam mengenalkan hal-hal kebudayaan seperti ini kepada anak-anak dengan cara yang mereka sukai, misalnya dengan game android," terangnya.

Sebelum menutup wawancara, Ia berharap dapat terus berprestasi menjelang waktu-waktu terakhir masa studinya.

"Ayo terus berkarya, jangan takut gagal karena gagal adalah bagian dari proses dan salah satu ramuan kesuksesan. Bagi teman-teman yang sudah berkarya, tetaplah berkarya. Melalui karya, kita akan semakin sadar bahwa kita sangat minim ilmu, sehingga kita harus terus belajar dan berkarya," pungkas Eryneta. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved