Breaking News:

Berita Ungaran

Pandemi Covid-19, DP2A-KB Kabupaten Semarang Minta Warga Tunda Kehamilan 

Dinas P2A-KB Kabupaten Semarang meminta warga di Bumi Serasi untuk menunda kehamilan selama masa pandemi.

TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Romlah 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak, dan Keluarga Berencana (DP2A-KB) Kabupaten Semarang meminta warga masyarakat di Bumi Serasi untuk menunda kehamilan selama masa pandemi virus Corona (Covid-19).

Kepala DP2A-KB Kabupaten Semarang Romlah mengatakan pandemi Covid-19 rentan memapar warga yang tengah hamil sehingga dikhawatirkan tingginya kelahiran justru menambah beban keluarga.

"Hasil evaluasi kami di tahun 2020 angka warga yang bersedia menunda kehamilan masih jauh dari target. Kemudian ibu hamil pada usia 15-19 tahun tercatat masih tinggi, penggunaan alat kontrasepsi modern juga demikian," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (5/2/2021)

Menurut Romlah, idealnya ditengah-tengah masa pandemi virus Corona yang masih berlangsung masyarakat supaya bersedia menunda kehamilan.

Ia menambahkan, melihat catatan medis penyebaran virus Corona ibu hamil termasuk kategori yang rentan tertular. Karenanya, sebaiknya menunda kehamilan sampai pandemi benar-benar berakhir.

"Maka kami kedepan setiap Jumat sampai satu tahun kedepan akan melakukan advokasi sosialisasi agar ikut KB dan menunda kehamilan," katanya

Pihaknya menyatakan idealnya tingkat angka kehamilan sekitar 2,1 persen nasional tetapi faktanya diangka 2,6 persen. Lalu angka kasus stunting di Kabupaten Semarang juga masih terbilang tinggi.

Padahal lanjutnya, jumlah kelahiran anak ini berkaitan dengan sumberdaya manusia (SDM) Indonesia kedepan. Dampak tingginya angka kelahiran selain beban keluarga berat dikhawatirkan kondisi lain terkait tumbuh kembang anak kurang terjamin.

"Sehingga idealnya sekarang ini cukup memiliki 2 anak. Apalagi Indonesia ini sudah bonus demografinya sangat tinggi dari 2021-2030 angkatan kerjanya kalau bagus tidak masalah jika ekonomi masih kurang baik dikhawatirkan beban keluarga berat," ujarnya. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved