Banjir Semarang
Alasan Orang Sekelas Menhub Budi Karya Sumadi Tak Bisa Sembarangan Perbaiki Stasiun Tawang Semarang
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengutarakan alasannya tidak bisa sembarangan memperbaiki Stasiun Tawang agar tidak kebanjiran.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengutarakan alasannya tidak bisa sembarangan memperbaiki Stasiun Tawang agar tidak kebanjiran.
Apa yang membuat orang setingkat menteri tidak bisa mengowah-owah alias mengubah bangunan Stasiun Tawang?
Dia menjawab alasan utamanya karena Stasiun Tawang Kota Semarang termasuk bangunan cagar budaya.
Hal itu disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi saat cek kondisi Stasiun Tawang Kota Semarang ketika kebanjiran.
Menurutnya, Stasiun Tawang penanganannya agak unik.
Dimana Stasiun Tawang masuk dalam kategori heritage atau bangunan cagar budaya.
"Sehingga kami tidak boleh merubah-rubah,"tuturnya.
Menurutnya perlu ada inisiasi dari Pemerintah Jateng maupun Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan penanganan banjir.
Solusi
Namun apabila tidak bisa dilaksanakan maka Kementerian Perhubungan akan melakukan upaya berupa menaikkan rel kereta api dan membuat tanggul keliling.
"Stasiunnya cukup di stasiun Poncol saja jadi bisa langsung berangkat.
Kalau tanggul biayanya besar,"ujarnya.
Ia mengatakan dari opsi yang paling relevan adalah menaikkan rel kereta api.
Selain dirinya menyarankan hanya memfungsikan Stasiun Poncol.
"Saya terimakasih Gubernur Jawa Tengah dan Walikota Semarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menhub-budi-cek-banjir-stasiun-tawang-semarang.jpg)