Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jateng di Rumah Saja

Hari Kedua Jateng di Rumah Saja, Pasar Tradisional Wilayah Kendal Kembali Buka

Hari kedua gerakan Jateng di Rumah Saja, seluruh pasar tradisional di Kabupaten Kendal kembali buka pada, Minggu (7/2/2021).

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Sejumlah pedagang dan pembeli di Pasar Tradisional Kota Kendal memadati pasar, Minggu (7/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Hari kedua gerakan Jateng di Rumah Saja, seluruh pasar tradisional di Kabupaten Kendal kembali buka pada, Minggu (7/2/2021).

Sebelumnya, Dinas Perdagangan menutup operasional pasar tradisional satu hari pada, Sabtu (6/2/2021) kemarin guna mendukung Gerakan Jateng di Rumah Saja

Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kendal, Alfebian Yulando mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kendal telah mengambil kebijakan terkait jam operasional pasar tradisional dan modern pada 6 dan 7 Februari. 

Sebelumnya, kata Alfebian, Pemkab Kendal mengambil kebijakan untuk tidak menutup operasional pasar tradisional saat Gerakan Jateng di Rumah Saja.

Melainkan, dibuat shift antar-pedagang agar berjualan secara bergantian.

Dengan tujuan, tidak terjadi kerumunan, sementara roda perekonomian tetap berjalan. 

"Kalau dibuat bergantian, akan sulit, menghindari iren (iri) antar pedagang yang masuk pagi dan siang. Kemudian kami sikapi dengan menutup pasar tradisional satu hari dan kembali buka pada Minggu (hari ini)," terangnya di Kendal.

Alfebian melanjutkan, untuk pasar modern seperti minimarket, swalayan, mal, pusat perbelanjaan hingga pedagang kakilima diminta untuk tutup selama dua hari.

Kecuali pemilik usaha yang berkaitan dengan kebutuhan hajat hidup orang banyak, seperti halnya apotek.

Ia berharap, kebijakan ini dapat disikapi dan dipatuhi masyarakat untuk mendukung program pencegahan Covid-19 di wilayah Jateng, dan juga meredam dampak perekonomian agar tidak terlalu besar. 

"Bukanya pasar tradisional satu hari agar masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Kalau PKL tutup dua hari, karena kebanyakan orang yang datang ke PKL itu kan sambil nongkrong-nongkrong. Sehingga ditutup total untuk mencegah kerumunan massa," ujarnya. 

Pedagang buah di Pasar Kota Kendal, Wahyuni mengatakan, pada prinsipnya kebijakan tersebut tentu akan merugikan pedagang. Karena jam operasional berdagang di pasar dipangkas. 

Katanya, selain pemasukan dalam dua hari berkurang, dirinya juga rugi materil lantaran sebagian buah-buahan yang ia stok akan semakin layu. Sehingga harga pun akan turun ketika dipasarkan kembali.

"Saya tetap akan patuh pada kebijakan pemerintah. Walaupun sebenarnya akan rugi. Buah kan gampang busuk, satu hari gak jualan mungkin bisa rugi Rp 200.000. Ya yang penting jalani saja," terangnya. 

Pantauan di pasar, satu hari sebelum gerakan Jateng di Rumah Saja, sejumlah pasar tradisional di Kendal membludak. Ramainya pengunjung tak seperti hari-hari bisanya.

Begitu pun saat pasar tradisional kembali dibuka setelah tutup satu hari.(Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved