Breaking News:

Jateng di Rumah Saja

Petugas di Temanggung Paksa Tutup Minimarket & Toko Nekat Buka Saat Jateng di Rumah Saja

Tim gabungan Kabupaten Temanggung yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri aktif melakukan patroli terhadap minimarket, swalayan, dan toko yang tak

Istimewa
Petugas gabungan melakukan patroli terhadap minimarket dan toko di Temanggung yang nekat berjualan saat gerakan Jateng di Rumah Saja berlangsung, Sabtu (6/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Tim gabungan di Kabupaten Temanggung yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri aktif melakukan patroli terhadap minimarket, swalayan, dan toko yang tak patuh jam operasional.

Hal itu untuk mempertegas surat edaran Bupati Temanggung dalam rangka mendukung gerakan Jateng di Rumah Saja yang diinisiasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Patroli di hari pertama, petugas menemukan belasan tempat usaha meliputi minimarket dan toko yang nekat berjualan.

Petugas pun tak segan melakukan penertiban saat itu juga agar pemilik usaha menutup dagangannya sebagaimana surat edaran dari Bupati Temanggung

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran setempat, Agus Munadi mengatakan, patroli di lakukan di berbagai wilayah dari pusat kota hingga wilayah kecamatan.

Dalam patroli penegakan kebijakan bupati ini, tim gabungan menemukan beberapa toko dan minimarket yang tetap berjualan di hari pertama gerakan Jateng di Rumah Saja.

Padahal, Bupati Temanggung M Al Khadziq sudah menyuarakan kebijakan agar pemilik usaha pertokoan, swalayan, pusat perbelanjaan, toko modern, hingga pedagang kakilima agar menutup sementara usahanya selama dua hari.

Sebagai gantinya, pasar tradisional tetap buka dua hari dengan pembatasan jam operasional maksimal pukul 12.00 WIB agar warga bisa membeli kebutuhan sehari-hari.

"Alhamdulillah, tingkat kepatuhan masyarakat Temanggung cukup bagus. Kondisi jalan dan lalu lintas sepi, termasuk aktivitas masyarakat di luar rumah sepi. Meski masih ada toko yang kedapatan melayani pembeli, kami edukasi agar menutup usahanya sementara waktu, mereka mengerti," terangnya di Temanggung, Minggu (7/2/2021).

Katanya, terhadap pemilik usaha yang tidak patuh pada anjuran pemerintah tidak diberikan sanksi baik administrasi maupun denda. 

Halaman
12
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved