Breaking News:

Berita Kendal

40 Sekolah di Kendal Terdampak Banjir dan Longsor

Sebanyak 40 sekolah di Kabupaten Kendal terdampak bencana banjir hingga tanah longsor.

Istimewa
Jajaran Disdikbud Kendal melakukan pemantauan sekolah yang terendam banjir, Senin (8/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 40 sekolah di Kabupaten Kendal terdampak bencana banjir hingga tanah longsor. Cuaca ekstrem hujan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan bencana banjir yang merendam permukiman, sekolahan dan kantor-kantor.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Jajaran Disdikbud Kendal melakukan pengecekan sekolah yang terdampak longsor, Minggu (7/2/2021).
Jajaran Disdikbud Kendal melakukan pengecekan sekolah yang terdampak longsor, Minggu (7/2/2021). (Istimewa)

(Disdikbud) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, 40 sekolahan yang terdampak banjir meliputi jenjang pendidikan TK, Paud, SD dan SMP yang tersebar di wilayah kecamatan Kendal bagian bawah. Seperti, Kecamatan Weleri, Rowosari, Cepiring, Pegandon, Patebon, Kota Kendal, Brangsong, dan Kaliwungu. 

Satu di antaranya yakni SDN 1 Kutoharjo Kaliwungu terdampak longsor. "40 sekolahan ini rata-rata terendam banjir sejak Sabtu kemarin. Sekarang berangsur surut, tetapi masih ada beberapa sekolah yang masing tergenang cukup tinggi," terangnya, Senin (8/2/2021).

Kata Wahyu, rata-rata tinggi air yang menggenangi sekolah berkisar antara 20-60 sentimeter. Banjir tertinggi dialami dua sekolahan di Kecamatan Brangsong dengan ketinggian air sepinggang orang dewasa. Yaitu SD dan TK di Desa Sidorejo.

Jajaran Disdikbud secara bertahap melakukan pengecekan sekolah-sekolah yang terdampak bencana sejak Sabtu kemarin. Dengan tujuan, memastikan apakah ada korban atau kerusakan barang-barang infentaris sekolah.

"Alhamdulillah untuk barang-barang elektronik dan berkas-berkas penting semuanya saat ini aman. Karena jauh-jauh hari ketika hujan deras mulai datang, kami sudah imbau kepada satuan pendidikan agar mengamankannya. Termasuk komputer, media televisi serta dokumen-dokumen," tuturnya.

Terhadap sekolah yang terdampak longsor, lanjut Wahyu, Disdikbud Kendal telah berkordinasi dengan pihak DPUPR untuk melakukan pengecekan kelayakan bangunan sekolah setelah mengalami longsor. Hal itu sebagai upaya untuk memastikan apakah bangunan sekolah masih aman untuk digunakan. 

Pihaknya juga akan mengusulkan anggaran pembenahan kepada Pemerintah Daerah baik dari dana alokasi khusus (DAK) yang sifatnya kebencanaan, atau mengajukan alokasi pada APBD perubahan.  

"Kami imbau agar semua guru dan tenaga kependidikan tetap waspada, prioritas utama jiwa, sarana dan prasarana. Infentarisir bangunan yang berisiko. Sementara tetap jalankan 50 persen WFH, kalau keadaan tidak memungkinkan, bisa dilakukan WFH sepenuhnya sampai situasi aman," ujarnya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved