Breaking News:

Berita Pati

RSU Aisyiyah Terjunkan Tim Dokter Spesialis ke Lokasi Pengungsian‎ Banjir

BPBD Kudus catat jumlah terdampak banjir di Kudus mencapai 17.614 orang, hi‎ngga Minggu (7/2/2021) malam.

Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Sejumlah dokter dari RSU Aisyiyah Kudus terjun ke lokasi pengungsian mengobati dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir, di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Senin (8/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat jumlah terdampak banjir di Kudus mencapai 17.614 orang, hi‎ngga Minggu (7/2/2021) malam.

Besarnya dampak itu membuat sejumlah dokter dari RSU Aisyiyah Kudus turun mengobati warga terdampak.

Direktur RSU Aisyiyah Kudus, dr Hilal Ariyadi ‎mengatakan, pengobatan gratis dilakukan selama dua hari di lingkungan Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Senin (8/2/2021).

Sedangkan pengobatan hari kedua akan dilaksanakan di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (9/2/2021).

"Pengobatan gratis ini melibatkan dokter gigi, dan spesialis untuk ikut membantu korban terdampak banjir," ujar dia.

Selain menerjunkan tim medis, pihaknya juga memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok kepada korban banjir.

Penyerahan kebutuhan pokok tersebut disalurkan melalui pemerintah desa setempat agar diolah di dapur umum setempat.

"Nilai untuk bahan makanan yang disalurkan ini mencapai Rp 20 juta. Kami salurkan ke Desa Ngemplak, Payaman dan Karangrowo," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Desa Payaman, Nurhadi mengucapkan terima kasih atas bantuan logistik dan tim dokter yang diterjunkan.

Paskan logistik yang ada saat ini disimpan di dalam gudang dan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama empat hari.

"Pasokan yang ada saat ini cukup sampai empat hari ke depan. Saya berterima kasih banyak instansi, komunitas yang sudah menyalurkan bantuan ke sini," jelas dia.

Saat ini terdapat 138 pengungsi di dua lokasi pengungsian. Masing-masing mendapatkan suplai makanan tiga kali sehari.

Sedangkan untuk warga terdampak yang bertahan di rumah juga mendapatkan ‎suplai makanan dua kali sehari.

"Warga pengungsi dan yang bertahan di rumah juga kami suplai makanan. Totalnya 1.200 sampai 2.500 bungkus," ujar dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved