Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Ivet Semarang

Wujudkan Kampus Merdeka, Universitas Ivet Semarang Hadirkan Sekretaris Ditjen Dikti

Dalam rangka mewujudkan kampus merdeka sesuai kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Ivet hadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal

Editor: abduh imanulhaq
IST
Rektor Universitas Ivet Prof Dr Rustono memberikan sambutan dalam kegiatan pengarahan Kurikulum merdeka belajar kampus merdeka 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam rangka mewujudkan kampus merdeka sesuai kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Ivet Semarang menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Dr Paristiyanti Nurwardani melalui daring, Senin (8/2/2021).

Dr Paristiyanti memberikan sosialisasi pencapaian 8 indikator kinerja utama dan pelaksanaan pembelajaran project based learning kurikulum merdeka belajar kampus merdeka.

Hadir pula Sekretaris LLDIKTI Wilayah 6 Jawa Tengah Dr Lukman yang menyampaikan perguruan tinggi di wilayah VI perlu penjelasan lebih mengenai Implementasi kurikulum merdeka belajar.

“Banyak dari perguruan tinggi yang kebingunan mengenai implementasi merdeka belajar 8 indikator kinerja utama. Kemudian pelaksanaan pembelajaran project based learning kurikulum merdeka belajar kampus merdeka yang masih belum standar. Dengan kedatangan Sek Ditjen Pendidikan Tinggi ini menjadi angin segar untuk mendapatkan pengarahan secara jelas bagaimana standarisasi dari kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka secara baik dan benar sehingga nantinya seluruh perguruan tinggi siap untuk menerapkan kurikulum tersebut,” jelasnya.

Dr Paristiyanti Nurwardani menyampaikan bahwa Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan kebijakan kementerian pendidikan dan kebudayaan terkait penyeimbangan soft skil dan hard skil dalam rangka meningkatkan relevansi kurikulum di pendidikan tinggi dengan Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA).

“Perlu adanya relevansi kurikulum di perguruan tinggi dengan IDUKA sebab ke depan keinginan dari presiden untuk Indonesia maju yaitu menciptakan Sumber Daya Manusia yang terpelajar, luhur, adaptif, dan kolaboratif untuk mencapai target pembangunan 2045. Maka dari itu memang perlu adanya strategi khusus untuk menyukseskan target tersebut salah satunya dengan penerapan program kampus merdeka merdeka belajar,” jelasnya.

Dia menambahkan Kementerian melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi memfasilitasi perguruan tinggi untuk mensukseskan Kurikulum kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

“Perlu di ketahui bahwa kementerian memberikan bantuan dalam bentuk program kompetisi kampus merdeka,. Fasilitas ini diberikan sangat besar yaitu sebanyak 500 miliar rupiah dan diberikan rata kepada Perguruan tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta. Ada juga bantuan pemerintah yang lain melalui 3 direktorat yang ada di kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk bersama-sama mensukseskan program kampus merdeka tersebut,” tandasnya.

Dr Paristiyanti Nurwardani juga menyampaikan bahwa Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi sangat memperhatikan Perguruan Tinggi Swasta.

“Kementerian pandidikan dan kebudayaan memberikan tunjangan fungsional dosen yang lebih besar kepada dosen di Perguruan tinggi Swasta ketimbang di perguruan tinggi negeri kenapa demikian karena perguruan tinggi swasta bisa paling banyak mendapatkan program studi baru dengan demikian maka tentu kementrian pendidikan sangat betul betul memperhatikan perguruan tinggi swasta apalagi perguruan tinggi kedepan di harapkan bisa memenuhi kebutuhan dari IDUKA yaitu pencetak lulusan yang sesuai kompetensi untuk pembangunan Indonesia 2045.”

Sekretaris direktorat jenderal pendidikan tinggi dr paristiyanti nurwadani memaparkan materi tentang kebijakan kementrian pendidikan dan kebudayaan yaitu kampus merdeka
Sekretaris direktorat jenderal pendidikan tinggi dr paristiyanti nurwadani memaparkan materi tentang kebijakan kementrian pendidikan dan kebudayaan yaitu kampus merdeka (IST)

Selain itu Dr Paristiyanti Nurwardani menyampaikan harapan agar perguruan tinggi bisa menyiapkan mahasiswa untuk siap terjun di dunia kerja sedini mungkin. 

“Dalam pencapaian 8 indikator kinerja utama Kurikulum Kampus Merdeka perguruan tinggi harus bekerjasama dengan praktisi dari dunia industri atau instansi yang lainnya untuk memperiapkan mahaiswa mulai dari semester awal atau di 3 semester pertama, sehingga nanti begitu lulus mahasiswa akan siap dan terarah mau kemana nantinya,” imbuhnya.

Rektor Universitas Ivet Prof Rustono menyampaikan terima kasih kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Sekertaris LLDIKTI Wilayah 6 Jawa Tengah atas ilmu dan arahan mengenai kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Dr Paristiyanti Nurwardani Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atas kedatangannya dalam kegiatan daring ini walaupun di tengah kesibukan di Dirjen Dikti. Kami juga mengucapkan terima kasih juga kepada Dr Lukman Sekertaris LLDIKTI Wilayah 6 Jawa Tengah atas sambutan dan arahan sehingga harapan kami dengan adanya kegiatan ini 8 indikator kinerja utama dan pelaksanaan pembelajaran project based learning kurikulum merdeka belajar kampus merdeka ini bisa berjalan dan baerhasil sesuai dengan kebijakan dari kementerian pendidikan dan kebuadayaan," ungkapnya.

Hadir pula perwakilan Rektor dari Universitas Pancasakti Tegal dan Rektor Universitas Sultan Fatah Demak serta seluruh dosen dan para Pejabat Struktural di Universitas Ivet. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved