Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Cek Kesiapan Akreditasi PGMI, FTIK UIN Saizu Perkuat Mutu dan Targetkan Hasil Maksimal

PGMI FTIK UIN Saizu cek kesiapan akreditasi, perkuat mutu, lengkapi dokumen, dan optimistis raih hasil maksimal.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
PGMI FTIK UIN Saizu cek kesiapan akreditasi, perkuat mutu, lengkapi dokumen, dan optimistis raih hasil maksimal. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar kegiatan checking kesiapan akreditasi di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh instrumen dan indikator penilaian telah disusun secara matang, sistematis, dan sesuai standar.

Pimpinan fakultas bersama tim pengelola prodi melakukan evaluasi komprehensif terhadap dokumen akreditasi. 

Proses ini mencakup pengecekan kelengkapan data, kesesuaian narasi, hingga kekuatan eviden pendukung. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif guna menyempurnakan setiap komponen penilaian.

Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan dokumen akreditasi yang tidak hanya lengkap, tetapi juga berkualitas dan representatif.

Sekretaris Prodi PGMI, Hendri Purbo Waseso, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap krusial dalam menghadapi asesmen akreditasi.

“Proses ini bukan sekadar memastikan kelengkapan dokumen, tetapi juga menjadi ruang refleksi agar setiap data benar-benar menggambarkan kinerja nyata prodi. Kami ingin menghadirkan potret yang autentik, kuat, dan berdaya saing,” ujarnya.

Dia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan FTIK.

Wakil Dekan I Bidang Akademik, Prof. Suparjo, menegaskan bahwa akreditasi harus dipandang sebagai proses strategis, bukan sekadar rutinitas administratif.

Menurutnya, konsistensi antara dokumen dan praktik akademik di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan. 

“Akreditasi adalah cerminan kualitas akademik. Karena itu, dokumen harus selaras dengan realitas. Integritas data, kekuatan narasi, dan sinergi tim menjadi faktor penentu,” tegasnya.

Dia juga menekankan pentingnya membangun budaya mutu berkelanjutan agar akreditasi menjadi bagian dari sistem yang hidup dan berkembang di institusi.

Ketua Prodi PGMI, Dr. Donny Khoirul Azis, mengungkapkan bahwa sejumlah langkah strategis telah dilakukan untuk memperkuat kesiapan akreditasi.

Upaya tersebut meliputi evaluasi kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga penguatan capaian tridarma perguruan tinggi.

“Kami fokus memastikan setiap indikator memiliki bukti yang kuat, relevan, dan terdokumentasi dengan baik,” jelasnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved