Breaking News:

Imlek 2021

Produksi Barongsai Turun 50 Persen di Tengah Pandemi

Perayaan Imlek pada tahun ini sedikit berbeda karena larangan adanya kerumunan di tengah pandemi.

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Perayaan Imlek pada tahun ini sedikit berbeda karena larangan adanya kerumunan di tengah pandemi.

Hal itu membuat‎ satu-satunya perajin barongsai di Kudus mengalami sepinya permintaan.

Perajin barongsai, Alvis Rezando‎ mengatakan produksi barongsai selama pandemi merosot hingga 50 persen karena minimnya permintaan.

Reza sapaannya, ‎menceritakan jika sebelum pandemi bisa melayani pesanan hingga 50 buah barongsai. Sedangkan selama pandemi ini hanya mendapat pesanan 30 unit barongsai.

"Turun pesanannya karena tidak boleh ‎ada pertunjukan barongsai juga," jelas dia, di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Selain itu, pelanggannya yang sudah terlanjur memesan barongsai juga menunda pengirimannya.

"Pesanan yang sekarang juga sebagian ditunda dikirim," ujar pria yang sudah menggeluti usaha itu sejak 2016.

Menurutnya, barongsai produksinya sudah dikirim ke sejumlah daerah. ‎Namun selama pandemi ini pesanan justru banyak dari luar pulau jawa.

"Pesanan kebanyakan dari luar pulau, dari Pontianak, Palangkaraya dan Medan. Kalau yang ‎dari jawa tidak ada," jelas dia.

‎Pembuatan barongsai itu tidak membutuhkan waktu lama. Mulai dari pembuatan rangka hingga pengecatan dan pemasangan aksesoris memerlukan waktu dua minggu. Namun, tergantung kondisi cuacanya membutuhkan waktu lebih banyak jika cura hujan tinggi.

"Harusnya dua minggu selesai satu barongsai. Tapi kalau hujan terus bisa lebih lama," ucapnya.

Harga satu unit kepala barongsai dibanderol Rp 5,5 juta untuk jenis barongsai bebek (hoksan). Sedangkan barongsai bebek (fosan) dibanderol Rp 6 juta.

"Lebih banyak permintaan memang barongsai bebek daripada yang kucing," ujar dia.

Dalam proses pembuatanya, pihaknya menggunakan material impor dari China untuk beberapa aksesoris. Pada saat awal pandemi, dia sempat kesulitan memperoleh beberapa bahan baku karena pembatasan barang masuk.

"Bulunya, pompom, mata barongsai itu semuanya impor. Jadi waktu awal pandemi nggak dapat barang, tapi sekarang sudah normal," jelas dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved