Berita Semarang
Tidak Ada Jembatan Timbang di Kota Semarang, Truk Overload di Ngaliyan Bebas Masuk
Dishub Kota Semarang buka suara soal truk standing di tanjakan Ngaliyan Kota Semarang Rabu 10 Februari 2021.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dishub Kota Semarang selidiki Truk tronton pelat H 1580 AW terangkat di tanjakan depan SPBU Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu 10 Februari 2021.
Kepala Dishub Kota Semarang Endro Pudyo menuturkan di jalan tanjakan Silayur telah terdapat batasan sumbu dan beban truk yang melintas.
Menurutnya di wilayah tersebut batasan sumbunya kelas III MST maksimal 8000 Ton.
"Nanti saya akan cek terlebih dahulu,"tuturnya.
Terkait jembatan timbang, kata dia, kewenangan dari Dishub Provinsi Jawa Tengah.
Jika truk tersebut melebihi tonase maka akan ketahuan saat dilakukan penimbangan.
"Nah yang jadi pertanyaan apakah dia membawa muatan dari dalam kota atau luar kota,"kata dia.
Menurut dia, di ruas kota Semarang tidak terdapat jembatan timbang.
Hal tersebut hanya terdapat di jalur Pantura.
"Kalau di Semarang tidak ada jembatan timbang adanya di ruas pantura,"tutur dia.
Ia menduga truk tersebut melebihi muatan.
Saat ini truk itu sedang ditangani pihak Satlantas Polrestabes Semarang.
• Truk Standing di Ngaliyan Semarang, Bermuatan Besi 20 Ton dari Surabaya: Kapasitas Hanya 11 Ton
Standing
Truk tronton pelat H 1580 AW standing di tanjakan depan SPBU Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (10/2/2021) sekira pukul 09.00 WIB.
Truk standing hingga kabin truk terangkat satu meter lebih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/truk-standing-ngaliyan-semarang-1.jpg)