Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Ganjar Bocorkan Nasib Oknum Dinsos Pekalongan Lagi Karaoke, Persulit Korban Banjir Minta Beras

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan kabar terkini oknum petugas Dinsos Kota Pekalongan yang karaoke tidak layani korban banjir minta beras.

Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Cek kondisi Kaligawe Kota Semarang, Rabu 10 Februari 2021. 

Namun, sesampainya di sana, warga emosi ketika melihat oknum pegawai justru bersantai dan berkaraoke.

Apalagi, warga merasa dipersulit karena untuk mengambil bantuan harus memberikan surat-surat yang dilengkapi cap dari kelurahan.

Setelah debat panjang dengan petugas, akhirnya warga itu mendapatkan 25 kilogram beras untuk 4 RT.

Tidak Semua yang Dilaporkan Benar

Plt. Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Pekalongan Budiyanto menjelaskan bahwa apa yang disampaikan oleh akun Mamase Eko dalam Facebook tersebut tidak seluruhnya benar.

Budiyanto menjelaskan, pada Minggu (7/2/2021), tepatnya pada pukul 21.15 WIB, datang 5 orang warga Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, yang salah satunya adalah Ketua RT dan Ketua RW setempat, dengan tujuan untuk meminta bantuan logistik bagi korban banjir di 4 RT Kelurahan Krapyak.

Namun, ketersediaan bantuan untuk penyaluran bantuan bencana banjir pada saat itu memang sangat terbatas dan menipis bahkan relatif kosong.

Pada saat itu, katanya, sudah diserahkan beras sebanyak 25 kilogram, 2 dus mie instan, dan 3 liter minyak goreng.

Setelah logistik yang dipesan melalui dana tak terduga datang, Dinsos-P2KB selaku penanggung jawab langsung memenuhi kebutuhan bantuan sebagaimana yang diminta.

"Jadi, terkait dengan keadaan tersebut, kami mohon untuk bisa dimaklumi, karena tidak semua permintaan bisa diakomodir segera mungkin karena memang ini semua harus di-manage dengan baik termasuk harus memperhatikan unsur pengendalian dan pertanggung jawabannya,” ungkap Budiyanto.

Butuh Refreshing

Terkait dengan salah satu petugas yang saat itu kedapatan sedang karaoke, Budiyanto memakluminya karena secara manusiawi mereka butuh refreshing setelah seharian penuh menerjang banjir ke berbagai wilayah di Kota Pekalongan untuk mendistribusikan bantuan dan logistik lainnya.

"Hal itu semata-mata untuk menghibur diri dan melepas kepenatan.

Namun demikian, kalaulah perilaku tersebut dianggap kurang elok, akan kami adakan pembinaan dan tentu itu akan menjadi perhatian utama kami untuk perbaikan ke depannya,” ucap Budiyanto.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Dapatkan notifikasi berita terkini melalui channel Telegram tribunjateng.

Kamu juga bisa bergabung dalam Chat Room kami untuk berbagi informasi.

Link: CHANNEL TELEGRAM

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved