Berita Viral
Kisah Ninja Terakhir yang Bisa Dengar Jarum Jatuh di Ruang Lain, Ikhlas Seni Ninja Mati Bersamanya
Untuk meningkatkan konsentrasinya, ia menghabiskan berjam-jam untuk menatap lilin sampai ia merasa berada di dalamnya
Kisah Ninja Terakhir yang Bisa Dengar Jarum Jatuh di Ruagan Lain, Ikhlas Seni Ninja Mati Bersamanya
TRIBUNJATENG.COM - Setiap mendengar istilah ninja, kita semua ingat dengan ninja hatori dan asalnya, yaitu negara Jepang.
Namun keberadaan ninja lebih dari sekedar fiksi ninja hatori yang hidup di komik anak-anak.
Ninja memang benar-benar nyata dan ada dari mereka yang masih hidup.
Salah satunya adalah Jinichi Kawakami.
Pria berumur hampir 70 tahun itu merupakan ninja terakhir di Jepang.
Diberitakan oleh Daily Mail, Kawakami adalah pemimpin ke-21 dari klan Ban.
• Komplotan Begal Sadis yang Umpankan Perempuan dalam Beraksi Ditangkap Polisi, Si Umpan Masih Buron
• Dari Ujung Kaki Sampai Kepala Outfit Amanda Manopo di Ikatan Cinta Capai Ratusan Juta, Yuk Simak
• Facebook Akan Batasi Konten Politik di 3 Negara Dunia Termasuk Indonesia Mulai Minggu Ini
• Chat WA Adit Jayusman ke Pihak WO Sebelum Batal Nikah, Setelah Itu Ayu Ting Ting Menelepon WO
Klan Ban sendiri adalah dinasti ninja rahasia yang ada sektiar 500 tahun yang lalu.
Seni kuno ninjutsu sudah ia latih sejak berusia 6 tahun di bawah master Buddha, Masazo Ishida.
Untuk meningkatkan konsentrasinya, ia menghabiskan berjam-jam untuk menatap lilin sampai ia merasa berada di dalamnya.
Untuk mengasah pendengarannya, ia akan berlatih mendengarkan jarum yang dijatuhkan ke lantai kayu di kamar sebelah.
Dia memanjat dinding, melompat dari ketinggian, dan belajar bagaimana mencampur bahan kimia yang menyebabkan ledakan dan asap.
Dia juga dilatih untuk menahan panas dan dingin yang ekstrem serta pergi berhari-hari tanpa makanan atau air.
Selanjutnya ia menjelaskan alasan mengapa ia dipanggil ninja terakhir.
“Saya dipanggil ninja terakhir karena mungkin tidak ada orang lain yang bisa mempelajari semua terampilan yang diturunkan langsung dari guru ninja selama lima abad terakhir,” ungkap Kawakami.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jinichi-kawakami-ninja-terakhir-di-jepang_20180605_090018.jpg)