Breaking News:

Pertanian

Dispaperta Batang Targetkan 50 Miliar untuk Modal KUR Petani

Dispaperta Kabupaten Batang menargetkan Rp 50 miliar untuk modal Kredit Usaha Rakyat (KUR) para petani.

Istimewa
Kepala Dispaperta Kabupaten Batang Susilo Heru Yuwono saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara koperasi komoditas pertanian dengan offtaker atau perusahaan bersama Direktur Pembiayaan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Aula Dispaperta Kabupaten Batang, Sabtu (13/2/2021). 

Penulis: Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Dispaperta Kabupaten Batang menargetkan Rp 50 miliar untuk modal Kredit Usaha Rakyat (KUR) para petani.

Hal itu disampaikan Kepala Dispaperta Kabupaten Batang Susilo Heru Yuwono saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara koperasi komoditas pertanian dengan offtaker atau perusahaan bersama Direktur Pembiayaan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Aula Dispaperta Kabupaten Batang, Sabtu (13/2/2021).

Kepala Dispaperta Kabupaten Batang Susilo Heru Yuwono mengatakan bahwa pembiayaan modal atau investasi dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para offtaker dan petani yang nanti langsung mengakses ke koperasi komoditas pertanian.

“Kabupaten Batang ditargetkan Rp 50 Miliar untuk modal KUR para petani oleh Direktur Pembiayaan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 

Jadi petani dapat mengambil KUR mikro sebesar Rp10 Juta untuk lahan 1 hektar cukup tinggal nanti dikalikan ada berapa petani, saya rasa sangat bermanfaat,” jelas Kepala  Dispaperta Batang, Susilo Heru Yuwono.

Sementara, Direktur Pembiayaan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia Indah Megahwati mengatakan, KUR untuk petani skemanya berbeda dengan KUR pada umumnya. 

Petani diberikan keringanan dalam pembayaran, yakni dapat dibayar lunas sekaligus atau boleh dicicil pada saat produk pertaniannya sudah panen.

“Misalnya petani mengajukan KUR sebesar Rp 10 Juta tanpa agunan untuk kebutuhan modal usaha berupa jagung komoditas ini baru akan menghasilkan 4 bulan kemudian.

 Jadi ketika sudah panen mereka dapat melunasi lewat koperasi saat uang hasil panen dari offtaker diberikan,” jelasnya.

Dijelaskannya, KUR mikro yang direalisasikan bukanlah dalam bentuk uang, melainkan berbentuk sarana produksi pertanian lewat koperasi.

Dalam KUR ini, Dispaperta Kabupaten Batang dan bank sudah bekerjasama dengan para offtaker untuk menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani.

"Diharapkan, petani yang ada di Kabupaten Batang semangat untuk mengolah pertanian kita, karena pada saat pandemi Covid-19 bidang pertanian satu-satunya yang tidak terdampak begitu besar,"pungkasnya.

Baca juga: Pemkab Batang Maju 10  Besar Penilaian PPD Jateng

Baca juga: Pemkab Batang akan Anggarkan Rp 3,5 Miliar Perbaiki Jembatan Peturen Warungasem

Baca juga: Pemkab Batang Anggarkan Rp 3,5 Miliar Program RTLH 280 Unit Rumah

Baca juga: Pemkab Batang Lirik Pengembangan Eduwisata Holtikultura

(*)

Penulis: dina indriani
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved