Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Purnomo Mendadak Ngamuk Tak Lama Kemudian Bakar Orang: Saya Sudah Tidak Kuat Hidup

Purnomo (55) melakukan aksi membakar warga bernama Samsul Arifin (54) di jalan Tidar Surabaya,Minggu (14/2/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.

Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM - Purnomo (55) melakukan aksi membakar warga bernama Samsul Arifin (54) di jalan Tidar Surabaya,Minggu (14/2/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.

Purnomo tiba-tiba mengamuk dan menyiramkan sebotol bensin kepada seorang pria.

Saat itu korban bernama Samsul Arifin tengah berhenti memompa ban di kios tambal ban di lokasi tersebut.

Purnomo lalu menyulut api dengan korek dan membuat korban kelabakan terbakar.

Purnomo merupakan warga Solo yang kini tak lagi punya tempat tinggal di Surabaya, hidup berpindah-pindah.

Ia kerap berjalan menyusuri ruas jalan Kota Pahlawan dengan tanpa tujuan.

Itu setelah ia ditinggalkan anak dan istrinya beberapa tahun silam.

Menurut warga, Budiono (33) mengatakan Purnomo langsung kabur usai melakukan aksinya.

Tampak polisi mengejar pelaku yang berlari dan sebuah tembakan pun terdengar oleh warga.

"Langsung lari pelaku. Terus ada seorang polisi pakaian preman ikut mengejar pelaku. Sampai ada suara tembakan. Pelaku sempat menceburkan diri ke sungai sambil bawa pecahan kaca," ujar Budiono.

Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Iptu Ristitanto membenarkan peristiwa itu.

"Benar masih kami mintai keterangan (pelakunya)," singkat Risti, Minggu (14/2/2021).

Loncat ke Sungai

Pelaku pembakaran orang di samping Polsek Sawahan Surabaya saat berhasil diamankan. (Polsek Sawahan)
Seorang pelaku pembakaran di jalan Tidar Surabaya akhirnya berhasil dibekuk unit Reskrim Polsek Sawahan Surabaya.

Pelaku ditangkap sendiri oleh Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Iptu Ristitanto, setelah mencoba kabur seusai menyiramkan bensin botolan ke arah Samsul Arifin (54) warga Asem Surabaya.

Saat itu, Arifin tengah memompa ban motor di kios tambal ban yang juga menjual bensin eceran di samping Markas Polsek Sawahan Surabaya, Minggu (14/2/2021).

Tiba-tiba saja,pelaku yang marah langsung datang dan mengambil botol bensin lalu menyiramkannya ke tubuh korban sambil menyulutkan korek api hingga terbakar.

Ristitanto mengatakan jika saat itu ia mengejar pelaku yang kabur, sendirian sampai menembakan pistol ke arah atas sebagai tembakan peringatan agar pelaku menyerah.

"Pelaku akhirnya terjun ke sungai di wilayah Asemrowo. Kemudian bawa pecahan kaca dan ditodongkan ke lehernya sendiri dengan ancaman hendak bunuh diri" ujar Risti saat ditemui di Mapolsek Sawahan, Minggu (14/2/2021).

Dengan bujuk rayu, pelaku akhirnya mau naik ke atas bibir sungai dan langsung diamankan oleh polisi dibantu warga sekitar.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit karena alami luka bakar di sekujur tubuhnya.

Sementara itu, Risti mengatakan jika sebelum kejadian pembakaran tersebut, pelaku sempat terlihat mondar-mandir di depan Mapolsek Sawahan Surabaya.

Bahkan, perwira dua balok di pundak tersebut sempat menegur pelaku tentang keperluannya mondar mandir di depan polsek.

"Sempat saya tegur. Kenapa kok mondar mandir. Karena saya lihat seperti orang ling lung akhirnya saya minta untuk meninggalkan mapolsek lantaran keperluannya tidak jelas," imbuhnya.

Siapa sangka,pelaku yang diketahui bernama Purnomo (55) warga Solo itu pergi ke arah barat polsek dan langsung melakukan aksi pembakaran tersebut.

Pelaku Mengaku Tak Sanggup Hidup

Purnomo kepada Surya.co.id bercerita sambil menahan sakit di tubuhnya yang terdapat beberapa benjolan.

"Sering ingin bunuh diri. Saya sudah tidak kuat hidup," akunya kepada Surya.co.id, Minggu (14/2/2021).

Didalam bilik tahanan penyidik, sesekali Purnomo meraung dan memukul-mukul kepalanya.

"Saya tidak ada rumah. Sudah dijual. Sekarang kalau tidur pindah-pindah," imbuhnya.

Ia mengaku tak punya keluarga atau kerabat yang bisa dikunjungi karena mereka menolak keberadaannya.

"Saya pergi ninggalkan mereka. Karena saya tidak pernah diterima lagi," terangnya.

Purnomo mengakui jika saat membakar korban bernama Samsul Arifin (54) terbayang saat ia dikejar-kejar oleh banyak orang.

"Saya dikejar-kejar mereka. Ditagih utang. Saya mau dikeroyok sama mereka. Pokoknya mereka semua mau membunuh saya," gumamnya sambil terlihat tatapan kosong.

Saat ditanya keperluannya mondar mandir di depan polsek Sawahan, ia menjawab hendak melaporkan mereka yang mengejar-mengejarnya ke polisi.

"Saya mau laporkan mereka ke polisi. Ya yang ngejar saya itu semuanya," tegasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Iptu Ristitanto masih terus menyelidiki keberadaan keluarga pelaku pembakaran orang tak dikenal itu.

"Kami masih mencoba mencari informasi keberadaan keluarga pelaku.

Selain itu nanti akan kami periksakan kondisi kejiwaannya karena beberapa kali diinterogasi agak berhalusinasi dan melebar dari konteks pertanyaannya," terang Risti.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pelaku Pembakar Orang di Sawahan Surabaya Mengaku Dikejar Banyak Orang, 'Saya Tak Kuat Hidup', .

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved