Breaking News:

Banjir Semarang

Kerusakan Akibat Banjir Semarang Cukup Parah, DPU dan Disperkim Diminta Gerak Cepat Dalam Perbaikan

Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani infrastruktur yang mengalami kerusakan pasca banjir menerjang Kota Lunpia.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
Istimewa
Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin menandatangani Kesepakatan Bersama Komitmen Pengenaan Sanksi Administratif Pelanggaran Pemanfaatan Ruang di Kota Semarang bersama Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang Kementerian ATR Andi Renald 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani infrastruktur yang mengalami kerusakan pasca banjir menerjang Kota Lunpia.

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminudin mengakui, ada infrastruktur yang rusak akibat banjir.

Khusus ruas jalan yang sempat tergenang tinggi dan dalam waktu lama, tingkat kerusakan tentu jauh lebih parah.

Baca juga: Jalan Kaligawe Masih Terendam Banjir Semarang, Arus Lalin Tersendat Sepanjang 500 Meter

Baca juga: UIN Walisongo Bantu Korban Banjir Semarang dan Demak

Baca juga: Bomber PSIS Ikuti Kegiatan Sosial Bantu Korban Banjir Semarang

Dia pun sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) untuk turun memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Dinas Lingkungan Hidup juga turut turun tangan menangani tumpukan sampah.

Menurutnya, kejadian banjir di Kota Semarang kali ini memang sangat luar biasa.

Intensitas curah hujan sangat tinggi menyebabkan kapasitas saluran tidak mampu menampung volume air.

Ditambah, terjadi rob sekitar 80 sentimeter.

"Ada juga di luar perhitungan kami karena ada limpasan yang terjadi," imbuhnya.

Selama banjir, Pemerintah Kota Semarang sudah berupaya maksimal dalam melakukan penanganan.

Baca juga: Air Bersih dan Perahu Karet Masih Sangat Dibutuhkan untuk Penanganan Banjir Semarang

Baca juga: Ketersediaan Perahu Karet untuk Mobilisasi dan Evakuasi Korban Banjir Semarang Sangat Minim

Baca juga: Video Razia Kucing Kelaparan di Lokasi Banjir Semarang

Semua pompa difungsikan untuk menyedot air.

Pompa yang memiliki kapasitas yang rendah juga ditambah untuk mempercepat penanganan.

"Terakhir Minggu kemarin, kawasan Genuk, Kaligawe, Trimulyo, Alhamdulillah sudah surut. Termasuk, daerah Kudu juga sudah surut," sebutnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved