Breaking News:

Berita Banjarnegara

Mengapa Jalan Provinsi untuk Akses Wisata Dieng Sering Longsor? Butuh Solusi

Masyarakat dihebohkan dengan beredarnya video longsor yang menutup jalan provinsi di Kalilembu, Wonosobo.

Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Penanganan longsor di jalur akses menuju Dieng via Banjarnegara, tepatnya di Desa Batur Kecamatan Batur, (8/2/2021) lalu. 
Penanganan longsor di jalur akses menuju Dieng via Banjarnegara, tepatnya di Desa Batur Kecamatan Batur, (8/2/2021) lalu.
Penanganan longsor di jalur akses menuju Dieng via Banjarnegara, tepatnya di Desa Batur Kecamatan Batur, (8/2/2021) lalu. (Tribun Jateng/Khoirul Muzaki)

TRIBUN BANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - Akhir-akhir ini masyarakat dihebohkan dengan beredarnya video longsor yang menutup jalan provinsi di Kalilembu, Kejajar Wonosobo. Jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata Dieng itu tertimbun material tebing yang longsor, Rabu (10/2/2021). Lokasinya pun tak begitu jauh dari komplek wisata Dieng, sekitar 1 kilometeran. 

Masalahnya, meski kejadian telah teratasi, video itu masih saja disebar seolah peristiwa baru.  Tetapi bagaimanapun kejadian itu memang fakta. Ternyata, bukan kali ini saja longsor terjadi di wilayah itu. Sebelumnya, di daerah sama, juga sempat longsor hinga menimbun jalan. Titik jalan menuju Dieng via Wonosobo lain yang rawan longsor adalah di Desa Tieng Kecamatan Kejajar. 

Longsor di jalur wisata Dieng nyatanya bukan terjadi berulangkali. Dieng yang berada di ketinggian di atas 2000 mdpl bisa diakses melalui sejumlah kabupaten yang semuanya rawan tanah bergerak. 

Dari arah Banjarnegara menuju Dieng misalnya, beberapa titik jalan juga rawan longsor. Di tanjakan Sangkalputung, Desa Batur Kecamatan Batur, longsor sempat terjadi hingga menutup akses jalan menuju Dieng, Senin (8/2/2021). 

Saat itu tebing di sisi jalan longsor hingga materialnya menimbun seluruh badan jalan. Akses jalan seketika terputus. Tetapi Raib memastikan setelah kejadian itu timnya bergerak untuk melakukan penanganan dibantu alat berat.  Materialisme longsor segera bisa disingkirkan hingga akses jalan ke Dieng kembali normal. Beruntung tidak ada pengendara melintas saat kejadian sehingga korban jiwa nihil. 

Longsor dipicu Intensitas hujan yang tinggi serta kondisi tanah yang labil. Tebing juga terlalu tegak sehingga rawan terjadi longsor. Sementara di atasnya ladang pertanian warga. 

Longsor di tempat itu pun bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, belum lama, Januari 2021 lalu peristiwa serupa juga terjadi di lokasi itu. 

"Sudah dua kali terjadi longsor di tempat itu, Januari dan Februari. Tebing tegak dan kondisi tanah labil, " kata Raib, Sekhudin Kasi Kedaruratan BPBD Banjarnegara, Senin (15/2/2021). 

Titik lain di jalan provinsi yang rawan longsor di Desa Wanayasa Kecamatan Wanayasa Banjarnegara, atau dikenal dengan tanjakan Sikelir.  Jalan itu merupakan akses menuju Dieng via Banjarnegara. Dari Pekalongan menuju Dieng juga akan melintasi jalur ini jika melalui ruas Kalibening-Wanayasa. Tiap kali musim penghujan, jalur itu seringkali longsor.  Dampak longsor di jalan tanjakan itu bahkan sempat memakan korban jiwa, 2019 lalu. 

Titik lain jalan provinsi sekaligus akses menuju Dieng yakni di wilayah Kecamatan Karangkobar, serta di Kecamatan Pagentan. 

Padahal jalan provinsi itu sangat vital. Selain akses penting menuju wisata andalan Jawa Tengah Dieng, jalan itu menjadi akses utama yang menghubungkan masyarakat di sejumlah Kecamatan di dataran tinggi Dieng, terutama di Kecamatan Batur, Kecamatan Pejawaran, Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara serta Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved