Berita Nasional
Utang Luar Negeri Indonesia Selama Kepemimpinan Jokowi Meningkat Tajam, Ini Daftar Peningkatannya
Utang luar negeri Indonesia tercatat mencapai 417,5 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 5.803,2 triliun (kurs Rp 13.900 per dollar AS) per kuartal IV.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Utang luar negeri Indonesia tercatat mencapai 417,5 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 5.803,2 triliun (kurs Rp 13.900 per dollar AS) per kuartal IV 2020.
Data tersebut dirilis Bank Indonesia (BI) pada Senin (16/2/2021).
Jika dibandingkan dengan kuartal III di tahun yang sama utang tersebut meningkat.
Posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir kuartal IV 2020 tercatat lebih tinggi dibandingkan akhir kuartal III yang sebesar 413,4 miliar dollar AS.
Baca juga: Tersinggung Ditagih Utang, Adik Ipar Tega Bacok Kakak Iparnya Hingga Tewas
Baca juga: Ini Daftar Pebulutangkis Indonesia di All England Open 2021, Minions Come Back
Baca juga: Seorang Bocah Diculik Kawanan Penagih Utang, Dijadikan Sandera agar Bapaknya Mau Bayar Utang
Baca juga: Ini Sejumlah Negara di Dunia yang Terlilit Utang China, Diprediksi Bakal Bangkrut
Besaran utang itu terdiri dari utang luar negeri (ULN) sektor publik pada akhir kuartal IV 2020, yakni pemerintah dan bank sentral, sebesar 209,2 miliar dollar AS atau Rp 2.907 triliun dan ULN sektor swasta termasuk BUMN sebesar 208,3 miliar dollar AS atau Rp 2.895 triliun.
Jika dirunut dari tahun ke tahun, utang luar negeri Indonesia, dalam hal ini utang pemerintah, memang terus mengalami lonjakan.
Dari catatan BI pada Juli 2019, utang luar negeri Indonesia yakni sebesar 395,3 miliar dollar AS.
Rinciannya, utang publik 197,5 miliar serta utang swasta dan BUMN sebesar 197,8 miliar dollar AS.
Sementara jika dibandingkan dengan awal periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi atau saat masih bersama JK, jumlah utang luar negeri bahkan sudah meningkat tajam.
Pada akhir kuartal IV-2014, posisi ULN Indonesia tercatat sebesar 292,6 miliar dollar AS dengan rasio terhadap PDB sebesar 32,9 persen.
Total ULN pada kuartal terakhir 2014 ini terdiri dari sektor publik sebesar 129,7 miliar dollar AS (44,3 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta 162,8 miliar dollar AS (55,7 persen dari total ULN).
Pada November tahun lalu saja, pemerintah Indonesia juga baru saja menarik utang cukup besar dalam bentuk utang bilateral.
Rinciannya sebesar Rp 15,45 triliun dari Australia dan Rp 9,1 triliun dari Jerman.
Janji tolak utang
Pada masa kampanye Pilpres 2014, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat berjanji untuk tidak menambah beban utang negara dari luar negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/presiden-jokowi-dan-ajudannya-listyo-sigit-prabowo.jpg)