Breaking News:

Berita Semarang

Damkar Temanggung Edukasi Ibu Rumah Tangga Cegah dan Tangani Kebakaran

Petugas Damkar Temanggung lakukan edukasi mitigasi bencana kebakaran yang bersumber dari sehari-hari.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Praktik pemadaman api yang bersumber dari kebocoran tabung gas oleh ibu-ibu kader PKK Temanggung, Selasa (16/2/2021) di Pendopo Pengayoman. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Dalam rangka menyiapkan SDM yang memadahi, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Temanggung melakukan edukasi mitigasi bencana kebakaran yang bersumber dari aktivitas sehari-hari. Petugas Damkar langsung mencontohkan kepada belasan perempuan yang tergabung dalam kader PKK Temanggung agar terampil dalam mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran.

Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Temanggung, Rama Aditya Cahya mengatakan, materi pengetahuan dilengkapi dengan praktek langsung para ibu-ibu untuk mengatasi api yang muncul dari beberapa benda. 

Seperti contoh, percikan api dari kebocoran tabung gas elpiji hingga korsleting listrik. "Tadi kami langsung contohkan melalui praktek penanggulangan. Misal ada api dari kebocoran tabung gas elpiji, kami edukasi agar jangan panik dan mengambil langkah untuk mencabut regulator tabung gas atau menutupi lubang yang bocor," terangnya usai pelatihan mitigasi bencana kebakaran, Selasa (16/2/2021) di Pendopo Pengayoman. 

Kata Rama, begitu pula langkah penanggulangan saat terjadi percikan api akibat korsleting listrik. Peserta pelatihan diminta agar mengambil langkah pertama dengan mematikan arus listrik sebelum memadamkan api. 

"Kami sampaikan agar bertindak dengan tepat. Kalau tidak tahu langkahnya, misal mencoba memadamkan api dengan kain basah, justru bisa tersetrum listrik. Dan ini pengetahuan dasar bagi semua orang untuk meningkatkan safety dalam mengambil langkah," ujarnya.

Dalam pelatihan itu, lanjut Rama, pihaknya juga memberikan contoh-contoh pemicu percikan api di dalam rumah. Seperti halnya, stopkontak yang berjubel, kelalaian saat mengecas HP, menyetrika, menggunakan alat-alat elektronik, hingga lalai meletakkan bahan yang mudah terbakar di dekat sumber api. 

Peserta juga diedukasi dalam memahami kondisi untuk menghindari ledakan yang dipicu karena kebocoran gas elpiji.

"Kami sampaikan bahwa banyak kemungkinan terjadinya percikan api, bahkan ledakan. Kami juga sampaikan bagaimana cara menghindarinya dan menanggulanginya sedini mungkin. Karena prinsipnya, kebakaran bukanlah bencana alam. Namun, bisa dicegah dengan SDM yang mumpuni dan sarpras yang memadahi," tuturnya.

Menurut Rama, potensi kebakaran di Temanggung sangat tinggi. Sehingga membutuhkan kemampuan SDM yang bagus untuk menanggulangi kebakaran sedini mungkin.

"Ibu-ibu di lingkungan masyarakat rentan terhadap kebakaran. Kita edukasi bahaya kebakaran biar tahu cara penanganan dininya. Seperti apa, dengan memaksimalkan peralatan yang ada di lingkungan sekitar," ujarnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Temanggung, Denty Eka Widi Pratiwi mengatakan, pelatihan mitigasi kebakaran sangatlah penting bagi kaum hawa dalam rangka mencegah dan mengurangi risiko bahaya kebakaran.

Kata Denty, dengan pelatihan itu, ia jadi tahu apa saja yang bisa memicu timbulnya api, dan bagaimana cara menanggulanginya dengan cepat. 

"Tadi diajarkan cara mencegahnya dan cara menanggulanginya (kebakaran). Juga praktik langsung saat muncul api dari kebocoran gas. Kuncinya memang jangan panik," terangnya.

Ia mengatakan, melalui pelatihan itu juga, masyarakat jadi tahu bahwa kebakaran bukanlah bencana alam. Karena kebakaran seringnya diawali dari kelalaian masyarakat yang bisa menimbulkan kerugian bahkan hilangnya jiwa. Sehingga perlu dilakukan pencegahan.

"Pelatihan juga mengedukasi bahaya-bahaya sumber api. Jadi kita lebih tahu cara penanganannya dan pencegahannya. Sehingga harapannya, dapat mengurangi risiko kebakaran, bisa dioptimalkan mulai dari rumah," tutur Denty.  (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved