Breaking News:

KKN Undip

Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Nangka Menjadi Masker Penghalus Kulit dan Atasi Jerawat

Desa Sugihmanik merupakan salah satu desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang merupakan Tujuan Desa KKN Tematik Undip.

IST
Salah satu mahasiswa dari tim 8 KKN Tematik Undip 2021, Dian Nirmala Wening, bersama warga Desa Sugihmanik. 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Desa Sugihmanik merupakan salah satu desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang merupakan Tujuan Desa KKN Tematik Undip.

Program KKN Tematik oleh P2KKN Undip Tahun 2021, diharapkan dapat mengembangkan potensi desa dan menciptakan inovasi baru dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar.

Kegiatan ini dilaksanakan Tim 8 dengan beranggotakan 9 mahasiswa Universitas Diponegoro dari program studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi, Angkatan 2018.

Masyarakat Desa Sugihmanik, 90% bermata pencaharian sebagai petani dikarenakan luas wilayah desa yang cukup besar dan berlahan pertanian jagung, tembakau, kedelai, padi hingga palawija dan perkebunan pisang.

Salah satu mahasiswa dari tim 8 KKN Tematik Undip 2021, Dian Nirmala Wening, berhasil memanfaatkan salah satu sumber daya alam di Desa Sugihmanik yaitu Pisang Kepok.

Dengan menyelidiki dan melewati serangkaian studi literature, diyakini bahwa kulit pisang Raja Nangka mengandung banyak vitamin seperti vitamin A,Vitamin B, Vitamin B6, Vitamn C , Fosfor, dan antioksidan seperti Lutein dan asam lemak.

Kandungan yang ada dalam jaringan kulit pisang ini dapat menutrisi kulit dan mengatasi masalah jerawat.

Kecantikan merupakan hal yang sangat di perhatikan dijaman sekarang ini, semua orang pasti ingin memiliki kulit yang bersih dan sehat.

Bahkan tidak sedikit yang rela mengeluarkan budeget demi penampilan yang menawan.

Pasti semua orang ingin memiliki paras indah dengan low budget, mka dari itu dengan ini mahasiswi ini menciptakan masker wajah organik yang memiliki banyak manfaat bagi kulit dengan low budget.

Kulit pisang raja nangka tersebut kemudian dipilih menjadi bahan baku produk khususnya pembuatan masker organik yaitu masker wajah ‘KULPI JAKA’.

Proses pembuatan tersebut dilakukan dengan serangkaian metode dimulai dari pemilihan kulit pisang, pencucian kulit pisang, dikukus, pemisahan bagian dalam dan luar kulit pisang, dikeringkan, dihaluskan, diayak, dan pencampuran dengan bahan pendukung yaitu tepung beras.

Dengan adanya Inovasi ini sangat berpotensi untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Desa Sugihmanik yang dapat meningkatkan ekonomi desa dan menciptakan umkm guna untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru, dimana dapat mengatasi masalah pengangguran akibat dampak pandemi ini. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved