Breaking News:

Berita Temanggung

Pemdes Traji Kecamatan Parakan Temanggung Kaji Normalisasi Saluran Air di Bawah Rumah Warga

Aamblesnya lantai rumah warga di Dusun Karang Senen menjadi perhatian pemerintah desa.

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Supadiyono (55) warga Dusun Karang Senen RT 01 RW 05 Desa Traji, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung mengecek kondisi lantai ruang tengah rumahnya yang ambles, Kamis (18/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Adanya bencana amblesnya lantai rumah warga di Dusun Karang Senen RT 01 RW 05 Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung akibat pecahnya gorong-gorong saluran air di bawah rumah menjadi perhatian pemerintah desa.

Sekdes Traji, Karyanto mengatakan, pihak pemerintah desa sudah melakukan peninjauan lokasi rumah yang mengalami musibah tanah ambles akibat gorong-gorong yang pecah di bawahnya. 

Sebagai solusinya, pihak desa akan melakukan pengkajian bersama BPBD dan dinas terkait untuk melakukan normalisasi saluran dengan cara membelokkan saluran agar tidak melintas di bawah bangunan.

"Bu Kades, Kaur Perencanaan dan Kadus sudah survei. Bu Kades langsung perintah agar berkordinasi lebih lanjut dengan BPBD," terangnya, Kamis (18/2/2021).

Kaur Perencanaan Desa Traji, Budi Arifin menjelaskan, Pemerintah Desa akan bertanggungjawab terkait normalisasi saluran air tersebut. Hanya saja, perlu melalui beberapa tahapan dan tidak serta merta bisa dianggarkan seketika itu juga.

"Setelah kita survei pasca kejadian malam itu, ada hujan deras dan banjir, saluran tertutup sampah dan akhirnya jebol, pecah. Keramik sampai terkelupas dan ambles," tuturnya.

Kata Budi, warga sekitar sudah berupaya gotong-royong membersihkan dan memperbaiki gorong-gorong agar air tidak muncul kembali. 

Terkait dengan normalisasi saluran, Budi mengatakan, sudah berkordinasi dengan pemilik lahan, pemilik rumah dan warga sekitar agar segera dilakukan pembelokan gorong-gorong supaya tidak berada di bawah bangunan.

Ia juga memastikan bahwa semua sudah setuju dan siap membantu, tinggal menunggu anggaran.

"Setelah melihat lokasi, permintaan untuk normalisasi sudah aman. Namun, tetap tunggu penganggaran secepatnya. Harapan sungai itu tidak di dalam rumah lagi. Pemilik lahan, pemilik rumah dan warga sekitarnya sudah bersedia, tinggal penganggaran dan aksinya," jelasnya.

Kepala Dusun Karang Senen, Juwahir menambahkan, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan BPBD untuk membantu langkah-langkah penanganannya. Termasuk bantuan logistik material dan juga tenaga. 

"Warga juga sudah siap membantu jika gerakan bersama dimulai, untuk penggalian. Secepatnya akan kami kordinasikan dengan mitra desa untuk melindungi warga," ucapnya. 

Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Dwi Sukarmei menambahkan, kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp 11 juta. Guna membantu perbaikan mendesak, BPBD menyalurkan bantuan berupa semen untuk meringankan perbaikan gorong-gorong dan pengecoran lantai rumah sementara.

"BPBD, Pemerintah Desa, Kecamatan, TNI dan Polri melakukan tinjauan lokasi dan koordinasi guna mengantisipasi bencana susulan," terangnya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved