Berita Semarang
Bansos Warga Terdampak Corona di Kota Semarang Sementara Dihentikan
Bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 di Kota Semarang sementara waktu ditiadakan.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 di Kota Semarang sementara waktu ditiadakan.
Pemerintah Kota Semarang saat ini masih mengevaluasi program bansos 2020.
Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Muthohar mengatakan, pihaknya masih melakukan verifikasi dan validasi data penerima bansos 2020.
Dia menyebutkan, sebelumnya ada 65 ribu warga miskin yang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
Setelah pandemi, jumlah DTKS bertambah menjadi sekitar 80 ribuan.
Maka, pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi guna memastikan apakah ada perubahan data karena beberapa hal semisal ada warga yang sudah mandiri, meninggal dunia, pindah, atau lainnya.
"Kami belum sampai ke arah bantuan.
Ketika nanti masyarakat perlu ada bantuan, kami diskusikan dan rakorkan lagi.
Sejauh ini, belum ada rencana bansos seperti tahun kemarin," jelas Muthohar, Jumat (19/2/2021).
Dari hasil evaluasi, menurutnya, pendistribusian bantuan pada 2020 sudah menyeluruh.
Warga miskin maupun warga yang terdampak pandemi Covid-19 di Kota Semarang telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Semarang.
Hal itu dilihat dari jumlah paket bantuan yang disalurkan Pemkot di mana pada periode pertama mencapai 90 ribu paket bantuan sembako.
Menyusul periode berikutnya kian bertambah hingga menjadi 130 paket bantuan sembako.
"Kalau melihat DTKS sebanyak 65 ribu, saya kira warga miskin sudah terpenuhi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-dinas-sosial-kota-semarang-muthohar-kjg.jpg)