Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Sekarang Satpol PP Enggak Ngejar Kita sih, Harus Jaga Jarak Kan

“Tapi sekarang Satpol PP enggak ngejar kita sih, harus jaga jarak kan, kita semua takut kena corona juga.”

TRIBUNJOGJA/ Ardhike Indah
Pemilik (tengah) dan Anggota Ponpes Waria Al-Fatah saat berbincang dengan Tribun Jogja. 

TRIBUNJATENG.COM - Shinta Ratri, Ketua Pondok Pesantren Waria Al Fatah di Kecamatan Kotagede, Yogyakarta, membagikan kondisinya di tengah terpaan pandemi Covid-19.

Shinta mengaku mengalami kesulitan menjalankan aktivitas.

Namun, tidak berharap kepada pemerintah.

Baca juga: Sakitnya Hati Ririe Fairus dengar Jawaban Nissa Sabyan dan Ayus saat Ditanya Apa Mereka Selingkuh

Baca juga: Dikirimi Video Porno via Whatsapp Selama Dua Tahun, Rumah Tangga Pria Jakarta Ini Hancur

Baca juga: CCTV Rekam ABG Kecelakaan Terlindas Truk, Polisi: Korban Maksa Mencegat Truk

Baca juga: Penyelesaian Alun-Alun Johar Kota Semarang Kurang Penataan Drainase dan Jalan

Ini karena simpul jaring pengaman sosial waria cukup kuat sehingga mereka tetap bisa berdiri tegak di masa yang tidak pasti.

Di masa seperti ini, mereka mengandalkan satu sama lain agar tetap bisa melanjutkan hidup meski kurang diperhatikan pemerintah.

“Sejak awal, kami memang tidak mengharapkan bantuan dari pemerintah karena kami tahu, pemerintah juga kewalahan menghadapi Covid-19 ini,” ungkap Shinta kepada Tribun Jogja, Selasa (16/2/2021).

Shinta tidak marah dengan absennya pemerintah untuk memenuhi hak hidup waria.

Segenap anggota di ponpes itu paham, masyarakat pada umumnya saja masih sulit mengakses bantuan dari pemerintah, apalagi mereka yang minoritas.

“Kami bener-bener enggak njagakke dari pemerintah.

Kami gerak sendiri bersama komunitas,” terangnya.

Ia justru bersyukur, hingga kini masih banyak komunitas yang memperdulikan nasib transpuan meski bukan kewajiban mereka.

“Komunitas ini ada untuk kami.

Akademisi, umat gereja, jemaah masjid, AJI, LBH, NU, semuanya ikut bantuin kami,” tutur Shinta.

Bantuan yang diberikan pun bermacam-macam, ada yang berupa sembako, ada juga yang berupa dana untuk membayar kos-kosan dan memenuhi biaya hidup.

Sejumlah bantuan itu tidak ia terima untuk diri sendiri atau hanya untuk waria saja, namun tetap dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved