Breaking News:

Berita Semarang

Diduga Ada Aliran Dana Dari Tersangka Korupsi Bansos Juliari Batubara ke Ketua DPC PDIP Kendal

Ada aliran dana dari tersangka kasus korupsi pengadan bantuan sosial (bansos) Juliari Batubara ke Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Kendal.

Dokumentasi
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam konferensi pers Kinerja KPK Semester I 2020, Selasa (18/8/2020).(Dokumentasi/Biro Humas KPK) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pelaksana Tugas Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Ali Fikri mengungkap ada aliran dana dari tersangka kasus korupsi pengadan bantuan sosial (bansos) Juliari Batubara ke Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Kendal Akhmat Suyuti.

Meski demikian orang nomor 1 di PDIP Kendal itu telah mengembalikan uang pemberian tersangka kasus korupsi pengadan bantuan sosial (bansos) Juliari Batubara.

Ali Fikri menyampaikan hal itu pada Jumat (19/2/2021). 

Informasi mengenai pengembalian uang tersebut disampaikan Ali bersamaan dengan pemeriksaan Suyuti sebagai saksi di KPK.

Baca juga: Babak Baru Korupsi Bansos Juliari Batubara, KPK: Ketua DPC PDIP Kendal Diduga Terima Aliran Dana

Baca juga: Reaksi KPK Soal Hukuman Mati Kasus Korupsi Bansos Corona Eks Mensos Juliari Batubara

Baca juga: Korupsi Dana Bansos Menggurita, Sebelumnya Eks Mensos Juliari Batubara Kini Sosok PI Ditangkap

Penyidik KPK, pada Jumat, memeriksa Suyuti sebagai saksi untuk tersangka Juliari dan pihak lainnya pada penyidikan kasus suap dalam pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek di tahun 2020.

"Akhmat Suyuti didalami pengetahuannya terkait dengan adanya pengembalian sejumlah uang oleh saksi (Suyuti) yang diduga diterima dari tersangka JPB melalui perantaraan pihak lain," ujar Ali sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat, (19/2/2021).

Adapun dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan lima tersangka sebagai penerima suap pengadaan bansos di wilayah Jabodetabek.

Mereka adalah yaitu Juliari serta dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos masing-masing Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW).

Sedangkan sebagai pemberi suap, yakni Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja masing-masing dari pihak swasta, yang telah rampung penyidikannya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pun telah melimpahkan berkas perkara keduanya ke Pengadilan Tipikor Jakarta untuk segera disidangkan.

Halaman
12
Editor: rival al-manaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved