Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kriminal

Bercanda Peloroti Celana, Pria 45 Tahun Tewas Ditikam Teman Masa Kecilnya

Bercanda berujung maut, hal itu dialami Darsan (45) warga Desa Batay, Kecamatan Gumay Talang, Lahat, Sumatera Selatan.

Editor: rival al manaf
Istimewa
Tersangka Junaidi (44) pelaku penusukan temannya sendiri saat berada di Polres Lahat. Junaidi diketahui menusuk Darsan hingga tewas, karena malu celananya dipeloroti saat menghadiri acara hajatan di desa.(HANDOUT) 

TRIBUNJATENG.COM, SUMSEL - Bercanda berujung maut, hal itu dialami Darsan (45) warga Desa Batay, Kecamatan Gumay Talang, Lahat, Sumatera Selatan.

Ia tewas setelah memploroti celana temannya, Junaidi (44) dalam sebuah hajatan.

Merasa bercandanya terlalu keterlaluan, Junaidi menikam teman sekampungnya itu hingga tewas.

Baca juga: Hadapi Piala Menpora 2021, Persib Bandung Mulai Persiapan Awal Maret

Baca juga: Juliyatmono Deadline Musda 7 DPD II Golkar Maksimal Akhir Februari, Jika Lewat Bakal Diganti Plt

Baca juga: Daftar Pemain Real Madrid untuk Meladeni Atalanta di Liga Champions Tak Ada Nama Benzema dan Ramos

 
"Motifnya sakit hati karena perbuatan iseng korban," Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Kurniawi H Barmawi, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (22/2/2021).

Diceritakan Kurniawi, peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/2/2021) malam.

Saat itu, korban dan pelaku bertemu saat menghadiri acara hajatan di desa.

Pelaku saat itu, sambung Kurniawi, datang dengan menggunakan celana kolor.

Kemudian, timbul niat iseng Darsan yang langsung memeloroti celana Junaidi di depan umum.

Karena merasa malu, pelaku yang tak terima langsung menusuk korban di bagian dada dengan pisau yang telah dibawa hingga membuat korban tewas di lokasi kejadian.

"Saat datang itu pelaku membawa sajam yang diselipkannya di pinggang. Sajam itulah yang ditusukkan ke korban hingga tewas," ujarya.

Melihat korban tewas, lanjut Kurniawi, pelaku langsung kabur ke rumah kepala desa untuk menyerahkan diri.

Kemudian, perangkat desa menghubungi polisi. Polisi yang mendapat laporan itu langsung menjemput pelaku.

"Pelaku langsung kabur ke rumah kepala desa karena takut dimassa, tapi dia langsung menyerahkan diri," ujarnya.

Selain mengamankan pelaku, turut juga diamankan barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan untuk menusuk Darsan.

Sementara itu, dkutip dari TribunSumsel.com, Junaidi mengaku menyesal telah membunuh korban yang merupakan temannya sejak kecil.

"Yang saya menyesal dan sedih dia teman saya sejak kecil. Tapi dia harus tewas ditangan saya. Kami memang sering bercanda namun sebatas omongan saja, "kata Junaidi, Senin, dikutip dari TribunSumsel.com.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved