Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

HM Hartopo Kerahkan 6 Pompa Air Atasi Banjir Limpasan Sungai

Plt Bupati Kudus HM Hartopo meninjau proses penyedotan air banjir di Desa Kirig, Senin (22/2).

Editor: abduh imanulhaq
IST
Pemkab Kudus Sedot Genangan di Persawahan Mejobo dan Kaliwungu 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemkab Kudus bertindak cepat untuk mengatasi banjir dampak limpasan dari sungai yang meluap akibat tingginya curah hujan.

Plt Bupati Kudus Hartopo memantau langsung proses penyedotan banjir menggunakan pompa air di desa Kirig, Kecataman Mejobo dan desa Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu Kudus.

Hartopo didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Catur Sulistiyo dan Kalakhar BPBD Kudus Budi Waluyo, dan Camat Mejobo Muhammad Fitriyanto meninjau proses penyedotan air banjir di Desa Kirig, Senin (22/2).

"Program ini untuk memberikan kontribusi kepada petani yang terdampak banjir. Kita upayakan penanggulangan banjir di area persawahan melalui Dispertan dan Pangan. Kami terjunkan 6 unit pompa untuk menyedot genangan banjir yang menggenangi sekitar 45 hektar persawahan di kawasan Mejobo," jelasnya.

Hartopo berharap dengan diterjunkannya 6 unit mesin pompa akan mengurangi volume air yang menggenangi area persawahan dan pemukiman.

"Dengan digunakannya 6 unit pompa sedot air diharapkan bisa mengurangi debit air. Semoga cepat surut. Mesin pompa air ini punya speed 1.000 kubik per menit. Selain di sini, ada 2 mesin pompa lagi digunakan di Setrokalangan untuk menyedot air yang menggenangi kira-kira 20 hektare persawahan," jelasnya.

Disebutkan oleh HM Hartopo, masalah penyebab utama adalah debit air di sungai Jeratun dan Juwana masih tinggi.

Sehingga dibutuhkan waktu untuk mengalirkan limpasan genangan air.

"Kita alirkan limpasan air ini ke sungai Jeratun dan sungai Juwana. Namun yang jadi kendala adalah debit air sungai tersebut masih tinggi. Tentunya membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat menampung volume air dari pompa ini sambil kita evaluasi hasilnya," kata Hartopo.

"Semoga intensitas hujan nanti tidak setinggi kemarin sehingga kita dapat melihat hasil dari upaya yang telah kami lakukan," tandasnya.

Butuh Waktu 10 Hari

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Catur Sulistiyo mengatakan bahwa penyedotan genangan air merupakan tindak lanjut dari arahan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus HM. Hartopo sebagai upaya mengurangi debit air yang merendam persawahan.

"Hasil dari koordinasi dan arahan Bapak Bupati, kami dari Dispertanpangan bekerjasama dengan BPBD Kudus melakukan pompanisasi yang difokuskan di area persawahan sebagai upaya untuk mengurangi volume genangan air," terangnya.

Dirinya menambahkan, target yang diperlukan untuk memompa area persawahan baik itu di kecamatan Mejobo maupun kecamatan Kaliwungu kurang lebih 2 pekan.

"Kami targetkan waktu 10 hari untuk pompanisasi sambil melihat perkembanganya, jika dirasa berhasil akan kami lanjutkan ke daerah lain, jika kurang berhasil kami akan hentikan sementara sambil mengevaluasi dampak yang terjadi pada lingkungan," terangnya.

Untuk diketahui, akibat banjir yang melanda area persawahan, Pemkab Kudus mengupayakan bantuan berupa pangan, pencairan asuransi pertanian, dan pompanisasi, serta bantuan bibit tanaman. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved