Berita Pendidikan
FIB Undip Targetkan Dua Prodi Raih Akreditasi Internasional FIBAA pada 2021 Ini
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) menargetkan dua program studi (Prodi) yang dimilikinya mendapatkan akreditasi internasional
Penulis: m zaenal arifin | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) menargetkan dua program studi (Prodi) yang dimilikinya mendapatkan akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) pada 2021 ini.
Kedua Prodi tersebut yaitu Prodi Sarjana (S1) Sastra Indonesia dan Sarjana (S1) Sejarah, yang sudah memiliki Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).
Lembaga akreditasi FIBAA berpusat di Kota Bonn Nordrhein-Westfalen Jerman, berdiri tahun 2002, memulai kegiatannya di Eropa untuk bidang pengembangan kualitas pendidikan tinggi. FIBAA termasuk lembaga akreditasi internasional yang terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Dekan FIB Undip, Nurhayati mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan dua prodi tersebut untuk mengajukan akreditasi Internasional FIBAA. Upaya meraih akreditasi internasional dilakukan untuk menjawab tantangan global yang dihadapi dunia pendidikan saat ini.
"Langkah ini demi meningkatkan kualitas manajemen pendidikan sekaligus untuk menjawab tantangan global dunia pendidikan saat ini," kata Nurhayati, dalam keterangannya, Kamis (25/2/2021).
Menurut dia, tujuan utama akreditasi berkelas internasional adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan menimbang Prodi yang diajukan juga sudah mulai menerima mahasiswa asing. Meski begitu persiapan untuk akreditasi mencakup semua aspek, mulai dari mahasiswa, staf kepegawaian, pengajar, serta riset.
Nurhayati memastikan, dengan diperolehnya akreditasi internasional dari FIBAA, maka pengakuan terhadap Prodi Sejarah dan Prodi Sastra Indonesia FIB Undip menjadi lengkap. Dengan pengakuan internasional, secara langsung ada pengakuan regional dan menguatkan pengakuan nasional.
"Tujuan mengajukan Prodi Sejarah dan Prodi Sastra Indonesia memperoleh pengakuan internasional salah satunya agar masyarakat makin percaya terhadap prodi yang kami selenggarakan," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, dengan akreditasi internasional diharapkan makin banyak stakeholder atau pemangku kepentingan dan dunia industri yang melakukan kerjasama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan FIB Undip.
Selain itu, penerimaan mahasiswa asing menjadi makin terbuka mengingat standard pendidikan yang diselenggarakan sudah mendapat pengakuan dunia.
Mengenai persiapan yang dilakukan, Nurhayati mengatakan selain teknis administratif, juga dilakukan penataan di berbagai bidang.
"Persiapan sudah dilakukan dengan menyusun borang. Target kami, kira akhir Maret Tahun 2021 ini sudah bisa diunggah (submit-red). Harapannya, tidak lama setelah submit bisa dilanjutkan dengan asesmen dan visitasi oleh tim akreditasi dari FIBAA. Mudah-mudahan tahun ini akreditasi FIBAA bisa kami peroleh," harapnya.
Saat ini, Prodi S1 Sastra Indonesia dan Prodi S1 Sejarah telah terakreditasi dengan nilai A oleh BAN-PT. Langkah mendapatkan akreditasi internasional diyakini sesuai visi FIB.
Yaitu berkomitmen menjadi fakultas riset yang unggul di Asia Tenggara pada tahun 2025 dalam bidang kebudayaan yang meliputi sastra, bahasa, sejarah, antropologi, perpustakaan, filsafat, dan kearsipan.
Sedangkan Misi FIB Undip adalah menyelenggarakan pendidikan berbasis penelitian (research-based teaching) yang berkualitas secara nasional dan internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/undip_20180402_145723.jpg)