Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Perempuan di Jateng Diminta Manfaatkan Teknologi untuk Perkuat Ekonomi Keluarga

Perempuan yang berdaya secara ekonomi, apalagi di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19, dapat ikut memperkuat ekonomi keluarga.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
Istimewa
Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto. (Istimewa) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan di masa pandemi ini, banyak cara yang bisa dilakukan.

Perempuan diminta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Serta harus kreatif untuk mencari peluang.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto, menuturkan perempuan memiliki peran ganda di masa pandemi Covid 19 ini.

"Beban yang ditanggung wanita, khususnya yang telah berstatus ibu rumah tangga, juga berlipat. Di satu sisi mesti cakap mengatur kebutuhan rumah tangga. Di sisi lain, harus menemani anak saat melakukan pendidikan secara daring," kata Yudi, Kamis (25/2/2021).

Belum lagi, lanjutnya, jika ibu rumah tangga juga harus melakukan peran untuk mencukupi keperluan keluarganya.

Perempuan yang berdaya secara ekonomi, apalagi di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19, dapat ikut memperkuat ekonomi keluarga.

Politikus Partai Gerindra ini menuturkan wanita memiliki potensi yang besar dan multitalent. Secara naluri, wanita bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus.

Dan itu adalah kelebihan yang bisa dimaksimalkan untuk menghadapi persoalan di masa pandemi ini.

"Tidak perlu mengeluh di masa pandemi ini. Harus kuat dan melihat potensi yang ada di sekitar kita," ujar Yudi.

Yudi menjelaskan, untuk meningkatkan produktivitas ekonomi, perempuan mesti melek teknologi.

Peningkatan literasi digital bagi perempuan sangat diperlukan, sehingga mampu beradaptasi dan bertahan dalam situasi ini serta tetap terlindungi.

Usaha yang dijalankan harus sudah memanfaatkan teknologi guna pengembangannya. Apalagi di masa pandemi ini, dimana interaksi fisik antarmanusia dibatasi.

Pandemi Covid-19 berdampak buruk pada sosial ekonomi bagi masyarakat khususnya kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak.

"Ide usaha tidak perlu yang muluk-muluk. Yang ada di sekitar kita. Misal ibu-ibu ini pintar masak makanan tradisional, masak yang enak dan pasarkan secara online. Pasti ramai," ujar Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng ini.

Ia menekankan, dalam menjalankan usaha untuk produktivitas ekonomi, tidak pas jika terlalu terfokus pada modal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved