Penanganan Corona
Sempat Muncul 2 Klaster, Kasus Covid-19 di Semarang Sudah Turun, Corona Aktif Kini 419 Kasus
Dua klaster baru penularan Covid-19 sempat muncul di Kota Semarang. Dua klaster tersebut yakni klaster pondok pesantren dan klaster lansia.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua klaster baru penularan Covid-19 sempat muncul di Kota Semarang. Dua klaster tersebut yakni klaster pondok pesantren dan klaster lansia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menyapaikan, kasus dari klaster pondok pesantren sebanyak 43 orang.
Begitu diketahui positif, mereka langsung dikarantina di transit Asrama Haji Manyaran.
Sementara, jumlah orang yang terpapar dari klaster lansia sebanyak 8 orang.
Selama positif mereka tetap dirawat di Panti Jompo mengingat kondisinya harus tetap tinggal di sana.
"Kemarin ada delapan dari lansia. Tapi, mereka tetap di sana (panti) karena posisinya mereka butuh depending tinggi. Jadi, kami lakukan penanganan khusus," terang Hakam.
Saat ini, sambung dia, dua klaster tersebut telah selesai dilakukan tracing oleh petugas Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Sebagian besar pasien dari klaster itu juga telah dinyatakan sembuh. Kini, kondisi Covid-19 aktif di Kota Semarang sudah berangsur menurun.
Data Pemerintah Kota Semarang dalam laman siagacorona.semarangkota.go.id, hingga Minggu (28/2/2021) pukul 17.00, jumlah Covid-19 aktif sebanyak 419 kasus. Rinciannya, 307 merupakan warga Semarang dan 112 lainnya adalah warga luar kota.
Hakam menyampaikan, program vaksinasi tahap satu yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes) cukup memberi dampak yang signifikan terhadap penurunan kasus Covid-19 di Kota Semarang.
Dia menjelaskan, efektifitas vaksin bisa terlihat setelah 28 hari vaksinasi. Yakni, melawati 14 hari vaksinasi dosis pertama, ditambah 14 hari vaksinasi dosis kedua. Setelah itu, vaksin bisa efektif dan membentuk kekebalan imun atau daya tahan tubuh.
Vaksinasi tahap pertama sendiri telah berlangsung lebih dari 28 hari. Artinya, efektifitas vaksinasi tahap pertama sudah dapat terlihat.
Dia mencatat penurunan kasus Covid-19 pada kalangan nakes pasca vaksinasi berkisar antara 10-30 persen.
Hasil hipotesa prediksinya menunjukan vaksin mampu menekan pertumbuhan kasus harian namun tidak menghilangkan secara keseluruhan.
"Jadi, setelah vaksinasi tahap satu kemarin yang diperuntukkan untuk 18.000 tenaga kesehatan di Semarang, rupanya membuat angka kejadian Covid-19 turun," papar Hakam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/virus-corona-gejala-isolasi-karantina-work-from-home-wfh-social-distancing-masker.jpg)