Breaking News:

Berita Semarang

Dosen FKIP Unissula Semarang Raih Gelar Doktor Pendidikan Matematika dari Unnes

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unissula Semarang, Hevy Risqi Maharani, meraih gelar doktor Pendidikan Matematika Unnes

Penulis: m zaenal arifin | Editor: m nur huda
Istimewa
Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Hevy Risqi Maharani, saat mengikuti ujian doktoral secara daring, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Hevy Risqi Maharani, meraih gelar doktor (S3) pada Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Hevy berhasil meraih gelar doktor usai berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Proses berpikir kreatif siswa SMP dalam menyelesaikan masalah geometri berdasarkan taksonomi pemprosesan informasi" dalam ujian terbuka doktoral, akhir Februari 2021 kemarin.

Dalam ujian yang diketuai Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman, Prof Agus Nuryatin (sekretaris), Prof Widowati (penguji I), Dr Nur Karomah (penguji II), Prof Kartono (penguji III), Hevy meraih nilai A dan indeks prestasi kumulatif 3,98 dengan predikat sangat memuaskan.

Sementara bertindak sebagai promotor yaitu Prof YL Sukestiyarno, Prof ST Budi Waluyo sebagai co promotor dan Dr Mulyono sebagai anggota promotor.

Kepada Tribun Jateng, Hevy mengatakan, rasanya lega karena akhirnya dapat menyelesaikan amanah yang diberikan Unissula untuk melanjutkan pendidikan S3. Ia berharap, ilmu yang diperolehnya bermanfaat bagi banyak orang.

"Motivasi saya studi lanjut adalah agar dapat mengembangkan ilmu saya lebih baik lagi dan dapat memberikan kontribusi yang lebih bagi Unissula," kata Hevy, Selasa (2/3/2021).

Berbagai persiapan dilakukannya dalam menghadapi ujian sebagaimana yang dilakukan kebanyakan orang. Yaitu menyiapkan diri dan mental sebaik mungkin, berdoa kepada Allah agar diberikan kemudahan dan kelancaran saat ujian, serta tidak lupa meminta doa restu kepada suami, orang tua, dan anak-anak.

"Restu dari mereka yang memudahkan langkah untuk menghadapi ujian," ujarnya.

Kendala terberat yang dihadapinha dalam meraih gelar doktor adalah terkait publikasi di jurnal internasional. Hal itu karena, menurutnya, saat ini banyak jurnal internasional yang abal-abal. Sehingga dirinya harus ekstra hati-hati dalam mempublikasikan artikel ke jurnal internasional yang dituju yang dapat memenuhi sebagai syarat kelulusannya.

Terkait disertasinya, Hevy memaparkan, penelitiannya tersebut dilatar belakangi fokus pendidikan saat ini adalah mempersiapkan siswa agar mampu bersaing di era revolusi industri, menjadi pribadi yang produktif, kreatif, inovatif, dan efektif, serta mampu menyelesaikan masalah dengan berbagai alternatif penyelesaian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved