Harga Cabai
Harga Lombok Temanggung Masih Pedes, Sekilo Rp 90 Ribu
Harga cabai di Kabupaten Temanggung hingga kini masih saja meroket. Tertinggi masih cabai setan merah (cabai sret) dibandrol Rp 90.000 per kilogram.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis: Saiful Masum
TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Harga cabai di Kabupaten Temanggung hingga kini masih saja meroket. Tertinggi masih cabai setan merah (cabai sret) dibandrol Rp 90.000 per kg.
Seorang pedagang sayuran di Pasar Temanggung, Yati (52) mengatakan, selain cabai setan, beberapa jenis cabai lainnya juga masih tinggi.
Katanya, cabai rawit dibandrol dengan harga Rp 40.000 per kg, dan cabai keriting Rp 20.000 per kg.
Yati menilai, tingginya harga cabai dalam beberapa bulan terakhir dikarenakan pasokan cabai dari petani masih langka.
Meski Temanggung menjadi salah satu sentra produksi cabai, hingga kini belum banyak petani yang sudah panen.
Bahkan, sebagaian petani mengalami gagal panen karena cuaca ekstrem.
"Pasokannya itu (cabai) langka, jadinya harga mahal. Harga cabai mahal, gak ada yang beli, sepi," ujarnya, Kamis (4/3/2021).
Yati menegaskan, sejumlah bahan pokok lainnya seperti sayuran, daging, dan perlengkapan bumbu dapur masih stabil.
Meski ada beberapa komoditi mengalami sedikit kenaikan.
Tingginya harga cabai juga dialami di pasar Kendal.
Bahkan, harga cabai setan di Kendal masih melambung tinggi Rp 110 ribu per kg.
Tak sedikit warga memilih beli cabai secara eceran hanya sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek.
Jumrotun, pedagang sembako di Pasar Kaliwungu mengatakan, tingginya harga cabai di atas angka Rp 100.000 sudah terjadi sepekan terakhir.
Ia khawatir jika harga cabai terus merangsak naik hingga memasuki Ramadhan nanti, bakal mempengaruhi tingkat kebutuhan masyarakat.