Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Harga Cabai

Harga Lombok Temanggung Masih Pedes, Sekilo Rp 90 Ribu

Harga cabai di Kabupaten Temanggung hingga kini masih saja meroket. Tertinggi masih cabai setan merah (cabai sret) dibandrol Rp 90.000 per kilogram.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Pedagang di Pasar Temanggung melayani pembeli, Kamis (4/3/2021). 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Harga cabai di Kabupaten Temanggung hingga kini masih saja meroket. Tertinggi masih cabai setan merah (cabai sret) dibandrol Rp 90.000 per kg.

Seorang pedagang sayuran di Pasar Temanggung, Yati (52) mengatakan, selain cabai setan, beberapa jenis cabai lainnya juga masih tinggi.

Katanya, cabai rawit dibandrol dengan harga Rp 40.000 per kg, dan cabai keriting Rp 20.000 per kg. 

Yati menilai, tingginya harga cabai dalam beberapa bulan terakhir dikarenakan pasokan cabai dari petani masih langka.

Meski Temanggung menjadi salah satu sentra produksi cabai, hingga kini belum banyak petani yang sudah panen.

Bahkan, sebagaian petani mengalami gagal panen karena cuaca ekstrem.

"Pasokannya itu (cabai) langka, jadinya harga mahal. Harga cabai mahal, gak ada yang beli, sepi," ujarnya, Kamis (4/3/2021).

Yati menegaskan, sejumlah bahan pokok lainnya seperti sayuran, daging, dan perlengkapan bumbu dapur masih stabil.

Meski ada beberapa komoditi mengalami sedikit kenaikan.

Tingginya harga cabai juga dialami di pasar Kendal.

Bahkan, harga cabai setan di Kendal masih melambung tinggi Rp 110 ribu per kg.

Tak sedikit warga memilih beli cabai secara eceran hanya sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek.

Jumrotun, pedagang sembako di Pasar Kaliwungu mengatakan, tingginya harga cabai di atas angka Rp 100.000 sudah terjadi sepekan terakhir. 

Ia khawatir jika harga cabai terus merangsak naik hingga memasuki Ramadhan nanti, bakal mempengaruhi tingkat kebutuhan masyarakat.

"Stok cabai dari daerah penghasil cabai kabarnya banyak yang gagal panen, jadi harganya gak turun-turun," ujarnya. 

Kata Jumrotun, untuk harga cabai merah keriting mencapai Rp 70.000 per kg.

Tingginya harga cabai dalam tempo cukup lama ini menurut Jumrotun dikeluhkan warga. 

Tak jarang pembeli mengeluh langsung ke pedagang terkait harga cabai yang tak kunjung bersahabat.

"Kita tetap melayani pembeli yang mau mengecer, karena bagaimanapun situasi dan kondisinya masih susah semua. Mulai dari Rp 2.000 atau Rp 5.000," terangnya. 

Katanya, sejumlah komoditi sayuran di Kendal juga mulai merangkak naik hingga 50 persen dari harga sebelumnya.

Sehingga pedagang tidak berani mengambil stok sayuran banyak-banyak dikhawatirkan tidak laku cepat dan jadi busuk.

Seorang pembeli, Maftukhah mengatakan, kenaikan harga cabai yang melambung tinggi  membuat kebutuhan sehari-harinya membengkak.

Belum lagi kebutuhan lain-lain sehingga ia terpaksa mengurangi stok cabai dengan cara mengecer. 

"Kita berharap pemerintah segera turun tangan agar harga cabai dan kebutuhan pokok lainnya segera normal kembali," harapnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved