Breaking News:

Berita Temanggung

Pedagang Pasar Temanggung Keluhkan Atap Bocor

Bocornya atap di Pasar Kliwon Rejo Amertani Kecamatan Temanggung (Pasar Temanggung) sisi utara membuat pedagang resah.

Tribun Jateng/ Saiful Masum
Pedagang sayuran dan buah di Pasar Temanggung menunjukkan atap pasar yang bolong, Kamis (4/3/2021). 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Bocornya atap di Pasar Kliwon Rejo Amertani Kecamatan Temanggung (Pasar Temanggung) sisi utara membuat beberapa pedagang buah dan sayuran yang berada di bawahnya resah.

Mereka mengeluhkan bocornya atap yang semakin hari bertambah parah, khususnya saat hujan yang mengguyur wilayah Temanggung hampir setiap hari dalam dua bulan terakhir.

Beberapa pedagang sudah berinisiatif melakukan perbaikan mandiri dengan merogoh kocek pribadi. Ada yang iuran Rp 50.000, ada juga yang memberikan Rp 30.000. 

Namun, perbaikan ala kadarnya dengan mengundang tukang itu tidak menjadi solusi maksimal. Sampai saat ini, air hujan tetap masuk dan membasahi lapak-lapak mereka dari sela-sela tambalan, lubang baru, dan retakan-retakan atap. Bahkan, ada satu titik lubang cukup besar diperkirakan selebar bola sepak sehingga air hujan menggelontor masuk ke lapak para pedagang.

Seorang pedagang sayuran, Siami (58) mengatakan, bolongnya atap pasar sudah terjadi sekitar 1 tahun. Dari awalnya kerusakan ringan dan kini menjadi parah sehingga berdampak pada 30-an pedagang sayur dan buah di lapak los itu.

"Awalnya memang rusaknya hanya sedikit, namun lama kelamaan, kerusakan atap semakin parah. Sekarang sudah hampir satu blok bocor semua," terangnya di Pasar Temanggung, Kamis (4/3/2021).

Pedagang lain, Sumiyati (52) menjelaskan, para pedagang sudah mencoba menyampaikan aspirasinya agar pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan. Hanya saja, harapan pedagang hingga kini belum juga mendapatkan tanggapan langsung di lapangan.

Mereka mengaku pasrah atas kondisi yang dialami, namun tetap berdagang agar bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah di tempat yang lusuh. Bahkan, beberapa pedagang termasuk Sumiyati pernah mendapati dagangan sayurannya hingga beras rusak dan busuk setelah terguyur air hujan melalui atap yang bocor.

"Kalau pas hujan deras-derasnya, sini banjir. Dagangan enggak karuan, banyak sayuran busuk, lantai dan meja basah semua," ujarnya. 

Halaman
12
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved