Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Temanggung

Pedagang Pasar Temanggung Keluhkan Atap Bocor

Bocornya atap di Pasar Kliwon Rejo Amertani Kecamatan Temanggung (Pasar Temanggung) sisi utara membuat pedagang resah.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Pedagang sayuran dan buah di Pasar Temanggung menunjukkan atap pasar yang bolong, Kamis (4/3/2021). 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Bocornya atap di Pasar Kliwon Rejo Amertani Kecamatan Temanggung (Pasar Temanggung) sisi utara membuat beberapa pedagang buah dan sayuran yang berada di bawahnya resah.

Mereka mengeluhkan bocornya atap yang semakin hari bertambah parah, khususnya saat hujan yang mengguyur wilayah Temanggung hampir setiap hari dalam dua bulan terakhir.

Beberapa pedagang sudah berinisiatif melakukan perbaikan mandiri dengan merogoh kocek pribadi. Ada yang iuran Rp 50.000, ada juga yang memberikan Rp 30.000. 

Namun, perbaikan ala kadarnya dengan mengundang tukang itu tidak menjadi solusi maksimal. Sampai saat ini, air hujan tetap masuk dan membasahi lapak-lapak mereka dari sela-sela tambalan, lubang baru, dan retakan-retakan atap. Bahkan, ada satu titik lubang cukup besar diperkirakan selebar bola sepak sehingga air hujan menggelontor masuk ke lapak para pedagang.

Seorang pedagang sayuran, Siami (58) mengatakan, bolongnya atap pasar sudah terjadi sekitar 1 tahun. Dari awalnya kerusakan ringan dan kini menjadi parah sehingga berdampak pada 30-an pedagang sayur dan buah di lapak los itu.

"Awalnya memang rusaknya hanya sedikit, namun lama kelamaan, kerusakan atap semakin parah. Sekarang sudah hampir satu blok bocor semua," terangnya di Pasar Temanggung, Kamis (4/3/2021).

Pedagang lain, Sumiyati (52) menjelaskan, para pedagang sudah mencoba menyampaikan aspirasinya agar pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan. Hanya saja, harapan pedagang hingga kini belum juga mendapatkan tanggapan langsung di lapangan.

Mereka mengaku pasrah atas kondisi yang dialami, namun tetap berdagang agar bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah di tempat yang lusuh. Bahkan, beberapa pedagang termasuk Sumiyati pernah mendapati dagangan sayurannya hingga beras rusak dan busuk setelah terguyur air hujan melalui atap yang bocor.

"Kalau pas hujan deras-derasnya, sini banjir. Dagangan enggak karuan, banyak sayuran busuk, lantai dan meja basah semua," ujarnya. 

Kata Sumiyati, tak jarang pedagang dibuat sibuk untuk beberes tempat saat membuka dasar dagangannya karena basah. Belum lagi ketika hujan mulai turun sejak pagi saat jam operasional pasar berlangsung.

Mereka ada menyiapkan jaz hujan yang dipakai untuk berdagang saat hujan turun. Pedagang juga menyiapkan lembaran-lembaran plastik untuk berjaga-jaga guna menutupi dagangan agar tidak rusak. 

"Kalau misal jam 10.00 hujan, yang ada dagangan kami tutupi plastik, jadi gak laku. Sekarang kalau pulang, semua (dagangan) disimpan di rak lemari, kami pakai plastik," ucapnya.

Pedagang buah dan sayuran, Supiyah menambahkan, kemampuan pedagang untuk memperbaiki atap pasar sangat terbatas. Sehingga hanya sebagian atap yang bisa diperbaiki ala kadarnya untuk mengurangi kebocoran air hujan.

Kondisi tersebut diperparah dengan air dari talang atap yang masuk ke dalam pasar, hingga menyebabkan kondisi lantai becek. "Kadang ada pedagang yang tidak berjualan karena kondisi tempat yang kurang mendukung setelah hujan. Semuanya basah, tempat kami berjualan seperti tidak beratap, tidak nyaman," tuturnya.

Rusaknya atap ini menurut Supiyah sudah sering disampaikan ke pengelola pasar. Namun tak kunjung diperbaiki.

Ia dan pedagang lain berharap, ada perhatian pemerintah agar bisa memperbaiki atap pasar segera sebelum Ramadhan tiba. Sehingga, pedagang dapat berjualan kembali dengan nyaman di Pasar Temanggung

"Harapan kami segera ada perbaikan, jangan sampai saat Idul Fitri kondisinya masih seperti saat ini. Bisa jadi konsumen tidak mau belanja di tempat kami," harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Temanggung, Sri Hariyanto mengatakan, atap yang bocor di Pasar Temanggung sudah dilakukan inventarisir untuk direncanakan perbaikan segera. Hanya saja, pihaknya masih menunggu anggaran perawatan. 

"Anggaran perbaikan baru kita hitung-hitung dengan perawatan pasar-pasar yang lain juga," terangnya.

Lebih lanjut, Pemkab Temanggung juga telah mengajukan anggaran rehabilitasi pasar dengan total nilai mencapai Rp 6 miliar kepada Pemerintah Provinsi dan Pusat.

"Untuk rehabilitasi total, kita baru ajukan ke provinsi dan pusat.  Semoga di tahun 2022 bisa ganti total. Semoga disetujui pada 2022," tuturnya.

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved