Berita Internasional
Tentara dan Polisi Myanmar Tebar Ancaman Pembunuhan Bagi Pengunjuk Rasa Lewat TikTok
Situasi di Myanmar kini tengah memanas, di mana jutaan penduduk turun ke jalan melakukan protes.
"Saya akan berpatroli di seluruh kota malam ini dan saya akan menembak siapa pun yang saya lihat. Jika Anda ingin menjadi militer, saya akan memenuhi keinginan Anda," sambungnya.
Namun, pengguna tersebut tidak dihubungi.
Sementara itu pria berseragam lainnya yang muncul di video TikTok.
Ketika dilakukan penelusuran oleh Reuters, ada lebih dari puluhan video di mana pria berseragam mengacungkan senjata ke kamera.
Mereka mengancam akan melukai pengunjuk rasa yang menyerukan pembatalan kudeta dan pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.
Beberapa video telah dilihat puluhan ribu kali.
Beberapa video ada yang menggunakan tagar, yang berkaitan dengan selebriti AS.
Aplikasi TikTok telah mengalami peningkatan unduhan yang pesat setelah militer melarang Facebook bulan lalu.
Pengunduhan itu masuk dalam 20 aplikasi yang paling banyak diunduh di Myanmar.
Aplikasi itu juga menjadi populer di kalangan aktivis muda, dengan tagar protes #SaveMyanmar mencapai 805 juta tayangan.
Facebook, yang tetap populer di Myanmar meskipun ada larangan, telah memperketat pengawasan kontennya sejak dituduh membantu mengipasi kekejaman terhadap minoritas Muslim Rohingya pada tahun 2017.
Peneliti seperti Htaike mengatakan mereka yakin militer sekarang berusaha untuk mengembangkan kehadirannya di platform lain. (*)
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Militer dan Polisi Myanmar Ancam dan Takuti Pengunjuk Rasa Melalui TikTok,