Breaking News:

Berita Karanganyar

Jalan Desa di Gemantar Jumantono Karanganyar Longsor, Membahayakan Pengendara

Jalan penghubung Dusun Sentono dengan Dusun Kayen, Karanganyar longsor pasca diguyur hujan lebat.

Jalan Desa di Gemantar Jumantono Karanganyar Longsor, Membahayakan Pengendara
Istimewa
Kondisi jalan penghubung dusun di Desa Gemantar, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar yang longsor pasca diguyur hujan lebat pada Minggu (7/3/2021) kemarin.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Jalan penghubung Dusun Sentono dengan Dusun Kayen, Desa Gemantar, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar longsor pasca diguyur hujan lebat.

Jalan desa itu longsor pada Minggu (7/3/2021) sekira pukul 17.00. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Meski jauh dari pemukiman warga, kondisi jalan tersebut membahayakan pengguna jalan yang melintas terutama saat malam hari.

Kades Gemantar, Sumarno menyampaikan, jalan itu rawan lantaran lapisan tanahnya berupa tanah merah. Pemerintah desa sebenarnya sudah beberapa kali melakukan perbaikan di jalan desa itu.

"Di situ sudah ditalud dan ditindih aspal tapi ada retakan. Kejadian (longsor) kemarin, kan hujan lebat sekali. Hujan dari pukul 13.00. Airnya masuk ke dalam tanah. Di bawahnya itu sawah," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (8/3/2021).

Dia menjelaskan, semula lebar jalan tersebut sekitar 2,5 meter tapi setelah diperlebar lebar jalan itu sekitar 6 meter. Sedangkan badan jalan yang terdampak longsor sekitar 1,5 meter.

"Saya sudah cek lokasi. Bawahnya itu sawah. Ketinggian 5 meter lebih hingga bibir jalan," ucapnya.

Menurutnya, jalan penghubung dusun itu berpotensi putus apabila tidak segera ditangani.

"Masih bisa dilewati tapi harus waspada kalau malam. Itu jauh dari pemukiman. Tidak tahu bisa masuk jurang. Ini mau saya patok dan beri penanda supaya orang lewat tahu," ungkap Kades Gemantar.

Pemerintah desa berencana memasang bronjong kawat berisi batu supaya tanah di jalan tersebut tidak longsor lagi. Lebih lanjut, anggaran perbaikan jalan itu akan dialokasikan dari Dana Desa (DD).

"Sebenarnya dana desa tidak boleh untuk fisik, untuk pemberdayaan yang diutamakan. Tapi melihat kondisi jalan, itu cukup memprihatinkan," jelas Sumarno.

Dia mengungkapkan, upaya perbaikan sebenarnya dapat dialokasikan dari dana aspirasi anggota DPRD tapi itu prosesnya lama. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved