Liputan Khusus
Ternyata Begini Seluk Beluk Keuangan Terminal Terboyo untuk Parkir Truk
Saat ini tarif parkir truk di Terboyo Semarang Rp 7.000 untuk 1x24 jam. Adapun kapasitas lahan mampu menampung truk besar hingga 350 unit.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Seksi Angkutan Barang, Khusus, dan Hewan Dinas Perhubungan Kota Semarang, Andreas Catur Adi Kristianto mengungkapkan, sejak resmi beroperasi Juni 2020, parkir truk Terboyo Semarang selalu merugi. Pendapatan yang diterima tidak sebanding dengan besarnya pengeluaran yang harus digelontorkan setiap bulan.
Pendapatan rata-rata yang diperoleh terminal parkir truk Terboyo Semarang berkisar Rp 40 juta per bulan. Angka tersebut menurutnya, masih tidak sebanding dengan pengeluaran operasional rutin bulanan, seperti untuk membayar gaji karyawan, biaya listrik, air, dan lain sebagainya.
Hal itu yang menjadi alasan pengelolaan terminal parkir truk Terboyo Semarang dikerjasamakan dengan pihak swasta yaitu CV Dua Saudara. Melalui upaya ini diharapkan akan membuat ada kepastian keuntungan yang diterima.
Baca juga: Supri Pengapon Semarang Sering Cekcok dengan Sopir Gara-gara Warungnya Tertutup Truk
"Pendapatan rata-rata Rp 40 juta per bulan. Pengeluaran bisa mencapai Rp 56 juta setiap bulannya. Pengelolaan dipihakketigakan karena pertimbangannya pendapatan dan pengeluaran tidak sesuai," kata Andreas Catur Adi Kristianto saat ditemui tim Liputan Khusus Tribun Jateng, Jumat (5/3).
Andreas mengungkapkan, terminal parkir truk Terboyo Semarang akan dikelola oleh CV Dua Saudara selama tiga tahun dengan besaran nilai kontrak Rp 100 juta per tahun. Dishub Kota Semarang nantinya akan tetap turut serta mengelola parkir truk Terboyo Semarang namun hanya sebatas dari segi pengawasan.
Saat ini tarif parkir truk di Terboyo Semarang Rp 7.000 untuk 1x24 jam. Adapun kapasitas lahan mampu menampung truk besar hingga 350 unit. Menurutnya, sejauh ini antusias sopir untuk memanfaatkan fasilitas ini sangat tinggi.
Pada saat akhir pekan atau Sabtu-Minggu, area terminal parkir truk Terboyo Semarang selalu penuh. Namun pada Senin-Jumat jumlah kendaraan yang parkir sepi atau hanya berkisar 100 kendaraan. Hal ini menurutnya, karena banyak kendaraan yang loading atau beroperasi.
Disinggung terkait masih banyaknya truk yang parkir di pinggir jalan, beralasan jarak lahan parkir Terboyo Semarang jauh dari pelabuhan, Andreas tak menampik. Menurutnya, lahan parkir Terboyo Semarang saat ini masih menjadi pilihan terakhir para sopir memarkirkan kendaraan.
"Pemkot Semarang hanya memiliki lahan di sini, yang dekat dengan pelabuhan. Sedangkan lahan kosong lain yang lebih dekat dengan pelabuhan status nya milik Pelindo dan KAI (Kereta Api Indonesia)," ujarnya.
Diketahui, terminal parkir truk Terboyo Semarang merupakan alih fungsi dari sebelumnya terminal penumpang. Upaya ini dicetuskan oleh pemerintah Kota Semarang dengan tujuan untuk mengatasi kemacetan akibat parkir liar pengguna truk di pinggir jalan.
Terminal parkir truk Terboyo Semarang mulai dibangun 2017 dan memakan waktu hingga dua tahun proses konstuksi dengan menelan biaya Rp7 miliar. Pada Juni 2020, kawasan parkir ini resmi beroperasi. Sedangkan keberadaan terminal penumpang Terboyo Semarang dipindahkan ke Terminal Mangkang dan Terminal Penggaron. (tim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/eks-terminal-terboyo-masih-sering-lengang-truk-parkir.jpg)