Tim KKN Unisnu Jepara Bikin Motif Batik Perang Obor dari Berbagai Simbol di Desa Tegalsambi
Tim KKN Unisnu Jepara kelompok 20 mengembangkan batik khas Jepara aitu motif Perang Obor.
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Tim KKN Unisnu Jepara kelompok 20 mengembangkan batik khas Jepara.
Mereka menggelar pelatihan membatik sekaligus meresmikan pengembangan motif batik Perang Obor.
Mahasiswi Unisnu Jepara Eka Cahya Pramudita berujar pengembangan motif batik itu sebagai kontribusi para mahasiswa yang melakukan KKN di Desa Tegalsambi, dengan berbasis kemitraan desa.
"Tim KKN Unisnu ingin mengangkat potensi di desa Tegalsambi yang masih kurang dikenal masyarakat. Kegiatan launching ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa desa Tegalsambi juga memliki potensi batik yang khas dengan motif Perang Obornya," ujarnya mahasiswi semester 7 Prodi Pendidikan Agama Islam itu, Selasa 9 Maret 2021.

Motif batik Perang Obor menjadi ikon dari desa Tegalsambi.
Tim KKN Unisnu pun menghadirkan ahli batik Drajad Wibowo.
Dia adalah praktisi batik pun dosen Unisnu Jepara.
Drajad memikirkan motif batik Perang Obor, dibantu mahasiswa dari program studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Andika Yudha Pratama sebagai creator dan Achmad Zainudin sebagai penulis dari ide membuat motif Perang Obor, sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan tim KKN Unisnu Kelompok 20.
"Kami melakukan observasi dengan beberapa cara. Wawancara dengan para sesepuh di desa Tegalsambi untuk mendengar secara langsung sejarah dari desa Tegalsambi dan tradisi Perang Obor guna mengumpulkan data dan informasi yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk membuat desain motif batik Perang Obor," tambah Eka.

Selain wawancara pihaknya mendapat refrensi dari film dokumenter dan buku ensiklopedia yang di miliki oleh pemerintah desa Tegalsambi.
Setelah melakukan observasi kemudian kita melakukan survey lapangan dengan mendatangi tempat dari proses membatik yang kami jadikan sebagai mitra untuk membuat visualisasi dari motif batik Perang Obor.
Setelah melakukan survey lapangan kemudian membuat sketsa gambar dengan berdasar pada informasi yang di dapat dari hasil observasi dan survey lapangan dan melakukan konsulltasi dengan praktisi batik yaitu bapak Drajad Wibowo untuk menentukan elemen – elemen yang dipakai dalam batik.
Creator Andika mengatakan bahwa elemen yang dipakai diambil dari beberapa symbol yang terdapat dalam cerita asal usul desa Tegalsambi dan asal usul Perang Obor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/batik-perang-obor-unisnu.jpg)