Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pendidikan

Penelitian dan Inovasi akan Menentukan Pertumbuha Ekonomi

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) membuka peluang kolaborasi riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

TRIBUN JATENG/Istimewa
Kepala BRIN sekaligus Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat ICMI, Prof Dr Arif Satria saat hadir memberikan kuliah umum di kampus Unissula 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) membuka peluang kolaborasi riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diproyeksikan berdampak langsung pada penguatan ekonomi berbasis inovasi.

Melalui kerja sama ini, Unissula berpotensi memperoleh dukungan pendanaan riset sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat riset unggulan di Jawa Tengah.

Kepala BRIN dan Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat ICMI, Prof Dr Arif Satria SP MSi menjelaskan, kedepan pertumbuhan ekonomi akan sangat ditentukan oleh kegiatan Research and Development (RnD), penelitian dan inovasi.

“Karena jika pertumbuhan ekonomi hanya berdasarkan pada SDA maka akan berat. Dan dengan kekuatan inovasi, maka akan menjadi negara hebat,” jelasnya dalam rilisnya kepada tribunjateng.com, Sabtu (25/4/2026).

Dia menjelaskan, terdapat korelasi positif antara Global Innovation Index dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita. Karena itu, penguatan riset dan inovasi menjadi salah satu strategi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.


Dalam konteks tersebut, BRIN mengarahkan tiga fokus utama. Pertama, mendorong riset dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing UMKM. Kedua, memperkuat peran riset di sektor industri dan swasta. Ketiga, memfasilitasi co-development teknologi maju global agar dapat masuk dan berkembang di Indonesia.


Arif juga menyoroti masih rendahnya kontribusi sektor swasta dalam kegiatan RnD di Indonesia yang baru mencapai 12 persen. Angka ini tertinggal jauh dibanding negara seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Tiongkok yang sudah melampaui 50 persen.


“Di negara maju, setiap perusahaan memiliki basis RnD yang kuat, bahkan bisa mencapai 50 persen dari total SDM-nya adalah peneliti,” jelasnya.


Sementara itu, Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH berharap melalui kolaborasi ini mampu menggeser arah penelitian kampus dari riset dasar menuju riset berdampak ekonomi. 


Fokusnya diarahkan pada sektor strategis seperti energi, pangan, dan pengentasan kemiskinan, khususnya di Jawa Tengah.


“Penelitian harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi,” tegasnya.


Ia menambahkan, saat ini sudah terdapat dua dari 30 riset Unissula yang siap memasuki tahap hilirisasi melalui Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung yang memiliki perusahaan khusus untuk komersialisasi hasil riset.


Kedua riset tersebut meliputi inovasi pemanfaatan bahan alam untuk produk skincare oleh Naniek Widyaningrum dari Fakultas Farmasi, serta teknologi portable penanggulangan banjir karya Imam Slamet Wahyudi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved