Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Wonosobo

Tukiyo Petani Jahe Merah Wonosobo Semringah, Mendulang Rupiah di Tengah Pandemi Corona

Sudah sekitar setahun ini, Tukiyo dan sejumlah tetangganya di desa menanam bibit Jahe Merah.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi

“Menanam jahe ya gampang ya sulit, yang penting penanganan sejak awal diperhatikan, "katanya

Di masa pandemi, saat banyak sektor usaha terpuruk, termasuk usaha pertanian, permintaan jahe justru meningkat.

Ini tak ayal menjadi berkah tersendiri bagi petani seperti Tukiyo, juga pedagang seperti En Raharjo. 

Raharjo mengakui, pandemi tidak memengaruhi usaha budidaya tanaman obat itu.

Sebaliknya, pihaknya justru kewalahan memenuhi permintaan jahe yang tinggi di masa pandemi.

Di tingkat eceran, kata dia, harga jahe merah bahkan mencapai sekitar Rp 75 ribu. 

“Di era pandemi, justru peminat jahe merah sangat tinggi,”katanya

Kebutuhan jahe yang tinggi di masa pandemi, menurut dia, karena masyarakat mempercayai komoditas itu berkhasiat untuk kesehatan, terutama untuk menjaga imunitas tubuh.

Sementara imunitas sebagai sistem alami dalam tubuh untuk melawan virus dari luar, termasuk Covid 19. 

Di musim penghujan ini, kata dia, permintaan bibit jahe pun meningkat.

Musim hujan  adalah saat paling tepat untuk menanam bagi petani karena kebutuhan air tercukupi.

Pelanggannya ternyata bukan hanya dari wilayah setempat, namun juga banyak dari luar kota. 

“80 persen konsumen dari luar kota,” katanya.(*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved