Breaking News:

UNS Surakarta

Pernah Ikuti 70 Kompetisi Kantongi Rp 80 Juta, Mahasiswa UNS Solo Dijanjikan Kuliah S-2 Gratis

Untuk nominal ada yang belum cair. Kalau ditotal sekitar Rp 80 juta dari bulan April-Desember.

Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Kampus UNS Solo 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Alif Sholihin mencatatkan rekor yang luar biasa.

Bagaimana tidak, mahasiswa asal Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS ini berhasil memboyong 12 juara dari 70 kompetisi yang ia ikuti selama tahun 2020.

Dari 12 juara yang diraihnya, Alif Sholihin berhasil memboyong 5 juara kompetisi internasional, yaitu International Multimedia Engineering Technology Competition, Asean Youth 2020 Creative Content, Southeast Asia Global Innovation Challenge, Chemistry Innovation Challenge, dan World Cyber Games.

Berkat catatan prestasinya yang begitu gemilang, Alif Sholihin diundang langsung oleh Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho di ruang kerjanya di Gedung Rektorat dr. Prakosa UNS pada Senin (15/2/2021) siang.

Kedatangan Alif Sholihin turut didampingi oleh Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Dr. Sutanto, S.Si, DEA dan Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Drs. Rohman Agus Pratomo.

“Saya mengundang secara khusus mahasiswa saya di Prodi Pendidikan Seni Rupa yang mendapat juara tingkat internasional. Saya begitu dikabari dari Sabtu, nomernya berapa saya kontak dan Pak Direktur (Dr. Sutanto, S.Si, DEA), Senin langsung saya ajak diskusi di ruangan saya,” ujar Prof. Jamal di hadapan para awak media.

Dalam kesempatan ini, Alif Sholihin menceritakan alasannya mengikuti banyak kompetisi selama tahun 2020 lalu.

Ia mengatakan sebagai mahasiswa, ia tidak ingin membuang kesempatan yang ada.

a merasa selama masih menjadi mahasiswa, merupakan kesempatan penting untuk menorehkan rekam jejak prestasi sebelum memasuki dunia kerja.

“Saya memutuskan tidak diam saja waktu kuliah dan masuk mahasiswa tingkat dua, saya coba masuk ke Tim Bengawan karena itu satu rumpun tim ikut kompetisi internasional dan saya mendapatkan kebiasaan lingkungan yang cukup kompetitif. Sehingga, saya juga tergerak untuk berprestasi,” tutur Alif Sholihin.

Selain alasannya itu, Alif Sholihin secara terbuka mengungkapkan jika ia berhasil mengantongi Rp 80 juta dari 12 kompetisi yang ia menangi.

Uang tersebut akan digunakan untuk memberangkatkan kedua orangtuanya pergi umroh.

“Untuk nominal ada yang belum cair. Kalau ditotal sekitar Rp 80 juta dari bulan April-Desember. Tapi, yang dari Korsel belum cair. Insyaallah buat umroh bapak-ibu karena itu masuk list cita-cita saya dan untuk menjadi juara dunia juga cita-cita saya, jadi harus saya kejar,” ujarnya.

Bagaimana dukungan dari dosen dan rencana Alif Sholihin usai lulus dari UNS kelak?

Ia mengatakan dukungan yang diberikan dosen kepadanya sangat baik dan merata dan berkaitan dengan rencana studi lanjut, ia mengutarakan ingin kuliah di luar negeri.

Di sela-sela pertemun antara Prof. Jamal dengan Alif Sholihin, Dr. Sutanto, S.Si, DEA mengatakan prestasi internasional yang diraih Alif Sholihin merupakan hal yang berharga bagi UNS.

Hal tersebut dikarenakan prestasi Alif Sholihin dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNS lainnya untuk berprestasi.

Selain itu, Dr. Sutanto, S.Si, DEA juga mengungkapkan rencananya untuk membuat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang khusus menampung dan merangsang jiwa kompetitif mahasiswa berprestasi UNS.

“Ini Pak Rektor yang ingin anak-anak ini dikumpulkan saja, apakah namanya UKM Inovasi Mahasiswa atau Kreativitas Mahasiswa,” ucap Dr. Sutanto, S.Si, DEA.

Di akhir pertemuannya dengan Alif Sholihin, Prof. Jamal secara spesial memberikan cinderamata dan menjanjikannya studi lanjut untuk jenjang S-2 di UNS secara gratis. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved