Berita Blora
Gudang Bulog Blora Siap Serap Gabah Petani Rp 5.300 Per Kilogram
Gudang Bulog Kabupaten Blora siap menyerap gabah petani seharga Rp 5.300
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Gudang Bulog Kabupaten Blora siap menyerap gabah petani seharga Rp 5.300 per kilogram. Hal itu disampaikan oleh Kepala Gudang Bulog Blora Budi Sulistiyono dalam rapat koordinasi membahas harga gabah dan distribusi pupuk di ruang pertemuan Setda Blora, Senin (15/3/2021).
Budi mengatakan ketentuan serapan gabah seharga Rp 5.300per kg kadar air 14 persen dan hampa kotoran maksimal 3 persen.
"Penyerapan gabah akan kami tindaklanjuti dengan mengadakan rapat serapan gabah dengan 13 mitra Bulog yang ada di Kabupaten Blora pada hari Rabu," ujar Budi Sulistiyono.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Bupati Blora Arief Rohman berikut wakilnya Tri Yuli Setyowati menginginkan langkah taktis dalam upaya serapan gabah yang saat ini harga di kalangan petani sedang berada di titik nadir. Selain itu, Arief juga berharap dari rapat tersebut melahirkan solusi distribusi pupuk agar petani mudah mendapatkannya.
"Kami mohon masukannya, dari Tim KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida) dan Bulog, tolong beri masukan dan pendapatnya. Langkah-langkah penyerapan gabah seperti apa yang dapat dilakukan untuk menyerap panenan petani. Karena sebagian petani di wilayah Kab. Blora saat ini sudah memasuki masa tanam kedua. Harapannya setelah rapat ini dapat diambil rekomendasi terbaik untuk petani di wilayah Kab. Blora, baik itu untuk penyerapan gabah maupun distribusi pupu," ujar Arief.
Sementara itu, Ketua KP3 Blora yang juga Sekretaris Daerah, Komang Gede Irawadi mengapresiasi respons cepat dari bupati dan wakilnya dalam menangkap kegelisahan petani atas turunnya harga gabah serta distribusi pupuk di masa tanam kedua.
"Kami sangat bersyukur pada hari ini diadakan rapat ini. Beberapa kali kami telah membuat jadwal turun ke lapangan, dan untuk hasil aspirasi warga masyarakat, tolong Kepala Dinas Pertanian untuk memberikan penjelasan soal gabah dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM untuk memberikan penjelasan terkait distribusi pupuknya," kata Komang.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora, Reni Miharti laporannya mengatakan, bahwa masa panen raya untuk wilayah Blora jatuh pada bulan ini. Hitungannya, kata Reni, sampai dengan bulan April 2021 total luas lahan panen 58.544 hektare dengan hasil total 373.453 ton gabah kering panen apabila dikonversikan menjadi gabah kering giling total 321.244 ton dan setelah menjadi beras dihasilkan 205.660 ton.
Reni melanjutkan, gabah panen saat ini harga turun karena musim la nina yang cenderung basah dan memengaruhi kadar air.
"La Nina yang cenderung basah membuat kadar air tinggi sehingga mempengaruhi harga gabah dengan selisih antara Rp 800 sampai Rp1000 per kilogram, sementara saat ini adalah puncak panen raya. Dan panen ini merata di hampir seluruh wilayah, baik itu di Jawa Tengah maupun Jawa Timur," kata Reni.
Reni melanjutkan, persoalan pupuk karena lahan tanam di Blora sebagian merupakan wilayah Perhutani. Meski begitu pupuk juga tetap dibutuhkan.
"Apabila Bapak Bupati berkenan direncanakan pada Minggu ini dilakukan pembahasan terkait hal tersebut dengan mengundang 6 ADM (Administratur) Perhutani yang ada di Blora," kata Reni.
Sementara itu, terkait dengan distribusi pupuk bersubsidi yang harus menggunakan kartu tani, Kepala Dindagkop dan UMKM Blora, Sarmidi mengatakan, pihaknya akan koordinasi dengan BRI sebagai pencetak kartu tani.
"Perihal distribusi pupuk bersubsidi saat ini terkendala dengan belum terbitnya sekitar 25.000 kartu tani, sementara penebusan pupuk bersubsidi harus menggunakan kartu tani. Sehingga, hari ini juga akan kami tindak lanjuti dengan BRI selaku bank penerbit kartu tani," tandas Sarmidi. (*)