Breaking News:

Berita Batang

Kurang dari Target, RS Qolbu Insan Mulia Berharap Vaksinasi Lansia Didampingi Aparat

Aparat desa maupun Bhabinkamtibmas diharap bantu perlancar akses para lansia dapatkan vaksinasi Covid-19.

Tribun Jateng/Dina Indriani
Penyuntikan lansia tahap satu di RS QIM Batang, Senin (15/3/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pengelola Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) khususnya di Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia (RS QIM) mengharapkan adanya pemdampingan khusus dari aparat desa maupun Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk membantu memperlancar akses para lansia mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Pasalnya, jumlah l

Penyuntikan lansia tahap satu di RS QIM Batang, Senin (15/3/2021)
Penyuntikan lansia tahap satu di RS QIM Batang, Senin (15/3/2021) (Tribun Jateng/Dina Indriani)

ansia yang mengikuti vaksinasi masih dikategorikan minim dari yang ditargetkan.

“Dari yang ditargetkan Dinas Kesehatan setiap harinya 150 orang, tapi kenyataannya tiap hari yang datang antara 50-70 orang,” tutur Direktur RS QIM, dr. Ratna Ismoyowati, saat meninjau proses vaksinasi lansia di ruang vaksinasi RS QIM, Kabupaten Batang, Senin (15/3/2021).

Menurutnya, harus ada aparat terkait yang wajib mendorong dan mendampingi selama proses vaksinasi lansia berlangsung.

“Bisa dari aparat desa dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mengerahkan, karena program dari pemerintah ini harus sukses. Lha kalau yang datang cuma 30 persen ya mungkin tidak akan sukses,” jelasnya.

Dijelaskannya, jumlah lansia yang telah divaksin di RS QIM sebanyak 200 orang, sedangkan target yang diharapkan mencapai 650 orang.

Pihaknya berharap adanya vaksinasi yang telah diupayakan semaksimal mungkin oleh pemerintah, dapat disukseskan, agar terjadi imunitas yang baik bagi penduduknya.

“Lansia itu kelompok rentan yang angka kematian akibat COVID-19 cukup tinggi, terutama yang mengidap penyakit penyerta,” tuturnya.

Ratna menegaskan kaum lansia tidak perlu khawatir, sebab para dokter spesialis telah melakukan penelitian dan memaparkan kriteria yang diperbolehkan mendapat vaksin.

Karena lansia merupakan kelompok rentan, maka perlu mendapat perlindungan ekstra sehingga lansia perlu memanfaatkan fasilitas yang sudah disiapkan. 

“Penerima vaksin yang ditargetkan oleh Menteri Kesehatan sampai akhir Desember 2021, mencapai 180 juta penduduk Indonesia, jadi butuh kerja sama yang optimal dari seluruh aparat terkait agar program tersebut berjalan lancar dan sukses,” imbuhnya.

Satu diantara lansia penerima vaksin, Aziz mengatakan, vaksinasi sangat penting dan dibutuhkan bagi kelompok lansia.  Hal itu sebagai langkah antisipasi agar tidak mudah terpapar Virus Corona, selain tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Dia juga berharap agar seluruh lansia di seluruh Kabupaten Batang divaksin, sehingga terhidar dari COVID-19.

“Saya sudah divaksin, yang dirasakan paling sedikit pegal dan selama masa observasi 30 menit tidak merasakan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),” pungkasnya. (*)-

Penulis: dina indriani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved