Pendidikan
Ramadan Makin Dekat, UIN Walisongo Sampaikan Hasil Lokakarya Imsakiyah
Acara Lokakarya Imsakiyah ini sebagai bentuk persiapan dalam menghadapi awal bulan suci Ramadan.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
Penulis : M Zaenal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar Lokakarya Imsakiyah Ramadan 1442 H/2021 M di Gedung Teater Rektorat Kampus 3, Senin (15/3) lalu.
Lokakarya kerjasama dengan Prodi Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) itu dihadiri oleh Wakil Rektor 3 Arif Budiman, Ketua LP2M Akhmad Arif Junaidi, Sekretaris LP2M Mokh Sya'roni, Kapus PPM M Rikza Chamami, dan Kaprodi Ilmu Falak Moh. Khasan.
Hadir sebagai narasumber yaitu Slamet Hambali dari Lajnah Falakiyah PBNU dan KH Ahmad Izzuddin, Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia sekaligus Wakil Dekan 3 FSH UIN Walisongo.
Acara Lokakarya Imsakiyah ini sebagai bentuk persiapan dalam menghadapi awal bulan suci Ramadan dan bertujuan untuk menyepakati penentuan awal bulan Ramadan, awal Syawal dan jadwal imsakiyah 1442 H.
"Harapan dari kegiatan ini, jadwal imsakiyah yang disepakati bisa dijadikan acuan bagi lembaga-lembaga dan masyarakat sekitar Semarang," kata Ketua LP2M UIN Walisongo, Akhmad Arif Junaidi, dalam keterangannya, Selasa (16/3/2021).
Karena masih dalam keadaan Pandemi Covid-19, kegiatan lokakarya imsakiyah ini tetap diadakan secara offline dan online. Akan tetapi untuk offline hanya dihadiri oleh 20 orang saja, karena sifatnya terbatas.
Lajnah Falakiyah PBNU, Slamet Hambali menuturkan, dalam penentuan jadwal imsakiyah hal yang terpenting dan perlu diperhatikan adalah pemilihan titik koordinat dan ketinggian tempat.
Secara umum, menurut Kementerian Agama, titik koordinat yang digunakan adalah masjid terbesar di kota tersebut. Namun, menurutnya, jika wilayahnya terlalu luas lebih baik menggunakan titik tengah wilayah kabupaten/kota yang dijadikan sebagai acuan titik koodinat.
"Untuk wilayah kota Semarang Masjid Agung Jawa Tengah sebagai acuan titik koordinat," ujarnya.
Hasil hisab
Slamet Hambali menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil hisab yang dilakukan, 1 Ramadan 1442 H dalam jadwal imsakiyah 2021 ini dimulai Selasa Wage, 13 April 2021.
Wakil Dekan 3 FSH UIN Walisongo, Ahmad Izzuddin menambahkan urgensi pemilihan rujukan jadwal imsakiyah yang tepat.
"Jadwal imsakiyah harus merupakan hasil rumusan dari para pakar yang dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.
Ia juga mengajak kepada masyarakat untuk melakukan kalibrasi terhadap jam masjid yang dipergunakan untuk jadwal imsakiyah.
Dikatakannya, untuk awal bulan Syawwal 1442 H diprediksi jatuh pada Kamis Wage, 13 Mei 2021 M dengan bulan Ramadhan 1442 H diistikmalkan karena posisi hilal Maghrib 29 Ramadhan belum memenuhi kriteria MABIMS.
"Akan tetapi kita semua tetap menunggu hasil keputusan sidang isbat dari pemerintah," pungkasnya. (nal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/perwakilan-berbagai-lembaga-mengikuti-lokakaryaimsakiyah-ramadan-1442-h2021-m.jpg)