Breaking News:

Wihaji

Tilik Balita Penderita Hidrosefalus Batang, Bupati Wihaji Akan Bantu Operasional

Khoirul Mursid, anak laki-laki dari pasangan Nur Rofiq dan Umi Marifah hanya bisa berbaring di rumahnya, di Desa Banteng.

Istimewa
Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi kediaman Khoirul, Balita Penderita Hidrosefalus di Desa Banteng, Kecamatan Tersono, Batang, Selasa (16/3/2021) 

Penulis : Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Khoirul Mursid, anak laki-laki dari pasangan Nur Rofiq dan Umi Marifah hanya bisa berbaring di rumahnya, di Desa Banteng, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang.

Selama dua tahun, Khoirul harus menerima rasa sakit karena menderita hidrosefalus.

Selain lingkar kepala yang membesar, ia juga harus menahan rasa sakit akibat selang yang tertancap di kepalanya usai menjalani operasi.  

Walaupun operasi ditanggung oleh BPJS Kesehatan, kedua orang tuanya harus menyiapkan uang Rp 2 Juta tiap bulan untuk operasional kontrol ke rumah sakit Tugu Semarang.

Uang sebesar itu, bagi orang tua Khoirul Mursid sangat besar karena hanya mengandalkan gaji ayahnya sebagai buruh bangunan.

“Kondisi setelah dioperasi sudah lebih baikan, cuman kepalanya sudah tidak bisa mengecil lagi,” tutur Ayah Khoirul, Nur Rofik, Selasa (16/3/2021).

Rofik mengatakan anaknya bisa menjalani operasi lagi, namun dengan risiko yang sangat besar ia harus mengurungkan niatnya.

Kedua orang tua Khoirul Mursid sedikit terobati dengan hadirnya Bupati Batang Wihaji di kediamannya.

“Saya harap ada bantuan dari Bupati, agar biaya operasional setiap bulannya dapat bantuan untuk kontrol ke rumah sakit,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: dina indriani
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved