Breaking News:

Berita Karanganyar

Hujan Disertai Angin Kencang Akibatkan Pohon Tumbang, Ada yang Timpa Mobil dan Atap Rumah

Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Karanganyar mengakibatkan pohon tumbang.

Hujan Disertai Angin Kencang Akibatkan Pohon Tumbang,  Ada yang Timpa Mobil dan Atap Rumah
Istimewa
Atap rumah warga di Matesih Karanganyar rusak akibat tertimpa pohon tumbang, Kamis (18/3/2021).

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Karanganyar mengakibatkan pohon tumbang menutup badan jalan hingga menimpa mobil dan membuat atap rumah warga rusak, Kamis (18/3/2021).

Komandan Markas SAR Karanganyar, Arif Sukro menyampaikan, pihaknya masih menghimpun data kerusakan akibat hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Karanganyar. Sementara ini laporan yang sudah masuk pohon tumbang terjadi di sekitaran Karanganyar Kota dan Matesih. 

"Pohon tumbang sempat menimpa mobil di sekitar SMPN 3 Karanganyar tapi tidak parah," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com. 

Lebih lanjut, saat kejadian arus lalu lintas Solo-Tawangmangu sempat tersendat lantaran proses evakuasi pohon tumbang. Proses evakuasi berlangsung sekitar 10 menit. 

Di sisi lain, Tim SAR juga mendapatkan laporan adanya angin kencang di Matesih yang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang menutup badan jalan dan merusak atap rumah warga. 

Camat Matesih, Ardiansyah menuturkan, angin kencang mengakibatkan pohon tumbang menutup jalan Matesih-Karanganyar. Namun sudah berhasil dikondisikan oleh relawan. 

"Angin kencang terjadi di beberpa lokasi Matesih, Dawung dan Karangbangun.  Tidak terlalu parah.Genting terbang, mlorot dan ada atap dari baja ringan ringan yang roboh," ungkapnya. 

Dia menjelaskan, angin kencang terjadi sekira pukul 16.00 dan berlangsung sekitar 10 menit.

Sementara itu Camat Kebakkramat, Bakdo Harsono menjelaskan, hujan deras mengakibatkan sebagian jalan Solo-Sragen yang masuk wilayah Waru tergenang air. Jalan kampung di sekitar Pulosari juga tergenang air.

"Itu langganan karena selokan kanan kiri belum selesai diperbaiki dan air dari jalan tidak bisa masuk karena lebih tinggi. Saya sudah lapor berulang kali ke Bina Marga. Itu jalan nasional. Jadi jalan itu miringnya ke median tidak ke selokan," pungkasnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved