Berita Demak
Pegiat Budaya di Demak Harap Masyarakat Bisa Bentuk Desa Jadi Kampung Budaya
Wakil Ketua Lesbumi NU Kudus Jesy Segitiga mengatakan proses terbentuknya Kampung Budaya di Piji Wetan di Desa Lau, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus mel
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: m nur huda
Penulis Muhammad Yunan Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Proses terbentuknya kampung budaya membutuhkan proses yang tidak sederhana.
Wakil Ketua Lesbumi NU Kudus Jesy Segitiga mengatakan proses terbentuknya Kampung Budaya di Piji Wetan di Desa Lau, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus melalui proses yang sulit.
Akan terapi dengan kerjasama dan soliditas antarwarga hal itu bisa dicapai.
"Latar belakang terciptanya Kampung Budaya Piji Wetan berawal dari keikutsetaan komunitas budaya di Kota Kretek tersebut dalam program yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
" Ternyata Kampung Piji Wetan mendapat juara dan menerima uang pembinaan sebesae Rp 50 juta maka warga merasa bertanggungjawab untuk mengembangkan potensi desa menerima dana tersebut," kata Jesy.
Menurutnya, atas dasar itulah para pegiat budaya di desa yang berada di lereng Gunung Muria membuat program rutin bulanan dengan beragam matersi seperti jurnalistik, foklore, kuliner khas Kudus, permainan tradisional anak-anal, taman dolanan, dan yang lain.
Yang tidak diduga-duga, kata dia, melalui program tersebut karakteristik asli warga Kampung Piji Wetan mulai terlihat.
"Salah satunya kentalnya gotong royong dan silahturahmi," imbuhnya.
Satu bukti dari kentalnya dua hal tersebut adalah masyarakat bisa sukarela menyumbangkan materi ataupun tenaga untuk setiap kegiatan.
"Tak ada warga yang apatis terhadap program Kampung Budaya Piji Wetan," tegasnya.
Keberhasilan Piji Wetan menjadi Kampung Budaya memantik "kecemburuan" dari kabupaten tetangga, Demak. Berangkat dari itu, diskusi yang mengangkat tema "Pemajuan Kebudayaan Desa melalui Komunitas Budaya" digelar Dukuh Gebyok, di Komunitas Rumah Kita (Koruki), Dukuh Gebyok, Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Sabtu, (20/3/2021).
Ketua Forum Wartawan Online Demak Online mengatakan kelestarian budaya desa harus dijaga agar tidak punah. Salah satu caranya berkomitmen bersama menumbuhkan semangat juang nguri-uri budaya kampung tersebut.
"Kita prihatin karena pernik kebudayaan desa makin menghilang tergerus zaman digital yang serba instan dan aplikatif," tuturnya.
Menurutnya, pemerintah daerah dan dewan harus peduli juga memberikan anggaran untuk kegiatan kebudayaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/iskusi-yang-mengangkat-tema-pemajuan-kebudayaan-desa-melalui-komunitas-budaya-digelar.jpg)