Breaking News:

Berita Internasional

Gara-gara Elon Musk Palsu, Pria Ini Kehilangan Bitcoin Senilai Rp 7,7 Miliar

Seorang pria asal Kota Cologne, Jerman, kehilangan 10 koin Bitcoin (BTC), atau sekitar Rp 7,7 miliar usai ditipu oleh orang yang tak dikenal.

www.fendy.web.id
Ilustrasi Bitcoin 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang pria asal Kota Cologne, Jerman, kehilangan 10 koin Bitcoin (BTC), atau sekitar Rp 7,7 miliar usai ditipu oleh orang yang tak dikenal.

"Malam itu saya dibutakan oleh ketamakan," ujar Sebastian (bukan nama asli).

Penipu ini berhasil mengelabui Sebastian menggunakan sebuah akun Twitter yang menyamar sebagai pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk.

Baca juga: Terlelap Tidur di SPBU Jalan S Parman, Pemilik Mobil Tak Tahu Komplotan Pencuri Datang Terekam CCTV

Baca juga: Ibu--ibu Resah Suaminya Pandangi Wanita Pakai Rok Mini Keluar Masuk Hotel Alona

Baca juga: Sehari Sebelum Dieksekusi, Freddy Budiman Mohon ke Petugas Tidur Sekamar dengan Fikri Putranya

Baca juga: Derita PS Diperkosa 7 Kali oleh Kakak Ipar Hingga Pendarahan, Suami Pilih Pisah Ranjang

Melalui akun tersebut, sang penipu menggelar suatu acara berhadiah (giveaway), di mana tiap keping BTC (mulai dari 0,1 BTC hingga 20 BTC) yang dikirim, dijanjikan akan dilipatgandakan dalam beberapa menit.

Misalnya, apabila mengirimkan 1 BTC, maka akan mendapatkan 2 BTC, lalu apabila 5 BTC hadiah yang dijanjikan adalah 10 BTC, dan begitu seterusnya.

Giveaway ini digelar melalui sebuah situs web yang desainnya, menurut pria berumur 42 tahun ini, cukup meyakinkan.

Untuk memancing korban agar masuk ke dalam website tersebut, penipu alias scammer ini menggunakan akun Twitter yang terverifikasi.

Penipu menuliskan sebuah kicauan berisi tautan ke website tersebut.

Kicauan itu ia unggah dengan membalas twit dari akun Elon Musk yang asli pada 22 Februari lalu yang berbunyi "Dojo 4 Doge".

"Ada tautan untuk suatu acara (giveaway) tepat di bawahnya (twit asli Musk), jadi saya klik saja tautan tersebut dan ternyata dia tengah memberikan Bitcoin secara cuma-cuma," kata Sebastian, dikutip KompasTekno dari BBC, Rabu (24/3/2021).

Halaman
1234
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved